oleh

Meningkatkan Kapasitas, OJK Dorong Perusahaan Lokal Go Public

SULTENG RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah mendorong perusahaan lokal di daerah mulai memikirkan pasar modal sebagai sarana peningkatan kapasitas, mengambil bagian menerjunkan saham ke lantai bursa atau go public.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulteng, Amiruddin Muhidu, mengatakan, dengan go public, perusahaan dikelola dengan standar lebih tinggi, karena memenuhi ekspektasi publik.

“Kami mengajak seluruh perusahaan di Sulteng  untuk go public, hal ini mendorong perusahaan meningkatkan kapasitas dari sebelumnya yang tertutup menjadi terbuka, yang diharap dapat dikelola dengan baik, profesional dan transparan,” kata Amir saat menyamapaikan sambutan pada Webinar Go Public yang diselenggarakan BEI Sulteng dan Hipmi Sulteng, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Menurutnya, trend pasar modal saat ini terus tumbuh. Hal itu menjadi sumber pembiayaan jangka panjang berbagai perusahaan. Sebab, kata dia, saat ini harus diakui, sumber pembiayaan di perbankan sangat terbatas karena Pandemi Covid-19.

Keberadaan  pasar modal di Indonesia, kata Amir, merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Peran penting tersebut antara lain dari sisi ekonomi dan keuangan.

“Di sisi ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas bagi para investor yang memiliki kelebihan dana dan bagi perusahaan  bisa menjadi emiten untuk mendapatkan dana. Di sisi keuangan, pasar modal bisa memberikan kesempatan keuntungan bagi pemilik dana,” tuturnya.

Amiruddin mengatakan, pada posisi 23 November 2020, IHSG ada pada angka 5.675, peningkatannya sekitar 22,8 persen. Meski dibanding dengan posisi tahun sebelumnya masih rendah.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

“Perbaikan indikator di pasar modal salah satunya erat kaitannya dengan kebijakan-kebijakan yang diberikan OJK,” ungkapnya.

Di Sulteng, kata dia, jumlah singel investor tetap  meningkat. September 2020, jumlah investor sejumlah 13.809 investor atau kontraksi hingga 84 persen dengan nilai transaksi sekitar  168 miliar.

“Kota Palu sebanyak 6.667 investor dan Kabupaten Banggai sebanyak 1.546 investor. Banyak keuntungan kalau go public, akses pendanaan pasar saham, tingkat kepercayaan, lebih terbuka mendapat akses pinjaman, menumbuhkan profesionalisme, menumbuhkan image perusahaan, meningkatkan nilai perusahaan dan masih banyak lagi,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed