oleh

PLN Rayon Bungku Defisit Daya

SULTENG RAYA – Dalam beberapa bulan terakhir, masalah pemadaman listrik masih terus menjadi topik hangat di Kabupaten Morowali.

Pasalnya, setiap hari listrik selalu padam tiba-tiba di luar jadwal yang telah dikeluarkan oleh PLN Rayon Bungku.

Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN Rayon Bungku, Amirul Huda yang dikonfirmasi Sulteng Raya, Selasa (24/11/2020) mengatakan, untuk saat ini PLN masih mengalami defisit (kekurangan) daya akibat adanya gangguan pembangkit di PLTD Bahoruru.

“Saat ini kami masih defisit daya, namun teknisi dari Jakarta sedang mengupayakan agar gangguan lekas diselesaikan,” katanya.

Selain itu kata Amirul Huda, gangguan juga dikarenakan musim kemarau sehingga daya mampu PLTM menjadi turun akibat debit air yang kecil. “Jadi, dua permasalahan ini yang menyebabkan kami mengalami defisit daya,” ujarnya.

Baca Juga :   195 Pejabat di Pemda Morut Dirotasi

Ditanyakan soal keluhan pelanggan tentang rusaknya alat elektronik yang diduga akibat pemadaman yang tidak teratur, Kepala PLN Rayon Bungku mengaku, tidak ada keterkaitan kedua hal tersebut. “Mohon maaf, alat elektronik rusak bukan karena sering hidup matinya listrik, akan tetapi jika tegangan dan frekuensi bermain sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi dari alat elektronik tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih mencoba untuk menghandle sendiri melalui perbaikan oleh teknisi dari Jakarta, tanpa adanya peran Pemerintah Kabupaten Morowali. “Insya Allah lekas selesai gangguannya,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu solusi agar kebutuhan listrik di Morowali terpenuhi adalah dengan adanya peran pihak Pemerintah Daerah untuk meminta tambahan daya kepada pihak PT IMIP. “Itu bisa menjadi solusi, saat ini hanya 5.000 mW, kalau dihitung-hitung dengan daftar tunggu pelanggan, total bisa mencapai 3.000 mW,” kata Amirul Huda dalam pesan WhatsApp.

Baca Juga :   195 Pejabat di Pemda Morut Dirotasi

Diketahui, pada aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law oleh serikat buruh di kantor DPRD Morowali belum lama ini, masalah listrik juga menjadi salah satu tuntutan massa aksi. BMG

Komentar

News Feed