oleh

Hanya 60 Orang, Penyuluh KB di Parigi Moutong Belum Memadai

SULTENG RAYA – Jumlah Penyuluh Keluarga Berencan (PKB) di Kabupaten Parigi Moutong masih belum memadai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong, Yusnaeni Pangale, mengatakan, jumlah tenaga Penyuluh KB dan Penyuluh Lapangan KB (PKB/PLKB) di Parigi Moutong hanya sebanyak 60 orang, tersebar di 23 kecamatan.

“60 orang ini (Penyuluh KB), sudah tergabung dengan tenaga honorer. Sebanyak 26 berstatus PNS vertikal yang diangkat langsung oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Ada pula non vertikal yang diangkat pemerintah daerah,” kata Yusnaeni, Kamis (19/11/2020).

Akibat keterbatasan jumlah Penyuluh KB, memaksa Penyuluh KB bisa melaksanakan tugasnya lebih dari satu desa. Bahkan, terdapat seorang Penyuluh KB melayani penyuluhan di 16 desa.

Baca Juga :   Aktivitas PETI di Parmout Ditutup Total

“Iya, PKB di Kecamatan Ampibabo itu cuma satu orang. Dia melayani 16 desa,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Yusnaeni, hal tersebut tidak menjadi kendala berarti untuk pelaksanaan pelayanan penyuluhan. Pasalnya, selama ini pihaknya tidak pernah meneripa keluhan dari Penyuluh KB.

“Semua pelayanan tetap berjalan maksimal di kecamatan. Selama pandemi Covid-19, seluruh Penyuluh KB tetap melaksanakan tugas-tugas penyuluhan dengan sedikit perubahan jadwal kunjungan. Namun, seluruhnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19 saat menyuluh di lapangan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulteng, Maria Ernawati, mengungkapkan, jumlah penyuluh di Sulteng hanya 352 orang harus melayani 175 kecamatan dan 2.017 desa atau kelurahan. Artinya, satu PKB melayani 5 hingga 6 desa.

Baca Juga :   Tindak Tegas Pelaku Tambang di Buranga

“Dalam keterbatasan jumlah penyuluh dan wilayah pekerjaan yang luas, sebaiknya PKB mengedapankan sistem manajerial. Antara lain, berupaya meningkatkan kompetensi kader-kader KB di desa atau kecamatan, sehingga penyuluh tidak kesulitan melakukan pembinaan kepada masyarakat,” kata Erna sapaan akrab Maria Ernawati saat menghadiri pemilihan duta Generasi Berencana (GenRe) di Kabupaten Tojo Unauna, Sabtu (29/2/2020).HGA

Komentar

News Feed