oleh

Dampak Covid-19, Tinta Pemilu di TPS akan Ditetes

SULTENG RAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu akan mengganti metode pemberian tinta pada pencoblosan pada Pilkada Serentak 2020 guna mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Jika selama ini cara pemberian tinta ke jari pemilih dilakukan secara dicelup, maka kali ini diganti dengan model tetes menggunakan pipet.

Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid mengatakan metode baru pemberian tinta itu sudah diputuskan dalam rapat pleno KPU RI dan akan diterapkan di seluruh TPS di Indonesia.

“Setelah memilih itu, akan diberikan tinta dengan cara ditetes, tidak lagi dicelup,” kata  Agus, belum lama ini.

Tak hanya itu, Agus juga mengatakan, KPU sudah menyusun protokol kesehatan Covid-19 dalam tahap pemungutan suara di Pilkada 2020.

Baca Juga :   BSI Area Palu Ikut Genjot Pembiayaan KPR Sejahtera

Agus menjelaskan, sebelum memasuki TPS, pemilih diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan air dan sabun yang sudah disediakan petugas atau menggunakan hand sanitizer. KPU juga mewajibkan pemilih mengenakan masker.

Setelah itu, petugas akan mengukur suhu tubuh pemilih menggunakan thermo gun saat hendak memasuki TPS.

Kemudian kata dia, pemilih akan diberi sarung tangan plastik sekali pakai oleh petugas TPS. Hal itu berguna untuk menjaga kebersihan tangan guna menghindari terjadinya perpindahan virus.

Selesai mencoblos, para pemilih akan diminta petugas TPS untuk membuang sarung tangan plastik yang digunakan ke tempat sampah.

“Lalu untuk pemilu yang menjalani karantina mandiri dan terkena Covid-19 akan ada perlakukan khusus,” jelasnya.*/WAN

Baca Juga :   Gubernur Minta BRI ‘Rangsang’ Ekonomi Daerah Eks Bencana

Komentar

News Feed