oleh

IAIN Palu Latih Mahasiswa Penerima Bidikmisi 2019 Baca Kitab Kuning

SULTENG RAYA-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, melatih mahasiswa penerima bidikmisi angkatan masuk tahun 2019, membaca kitab kuning (kitab gundul), dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang unggul.

Kepala Bagian Akademik IAIN Palu, Abdul Wahab mengemukakan, pelatihan baca kitab kuning, merupakan satu upaya meningkatkan keterampilan mahasiswa semester tiga atau angkatan 2019 secara umum. “Ini merupakan upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan secara umum, agar mereka bisa mengenal kitab kuning,” ucap Abdul Wahab. Kamis (19/11/2020).

Melatih mahasiswa semester III membaca kitab kuning dilakukan lewat pelatihan kajian kitab kuning, yang menghadirkan para tenaga pendidik yang ahli terhadap kitab kuning.

Lewat pelatihan itu, kata Wahab, diharapkan mahasiswa dapat mengenal dan bisa membaca kitab kuning, sehingga menjadi satu modal bagi mereka kedepan. “Kami harapkan mereka bisa memahami kajian kitab kuning, dan mereka bisa membaca serta menulis dan mempelajari teori-teori lainnya yang diajarkan oleh pemateri, sehingga kedepan mereka bisa kembangkan kajian kitab kuning,” sebutnya.

Baca Juga :   Kualitas Dosen Kunci Utama Mensukseskan MBKM

Ia menguraikan, 80 mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2019 mengikuti pelatihan itu secara offline dan 10 orang mengikuti secara online. Pelatihan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. “Kami sediakan handsanitizer, masker, dan pelindung wajah bagi setiap peserta, panitia dan narasumber,” ungkap Wahab.

Selain pelatihan kajian kitab kuning bagi penerima bidikmisi angkatan 2019, Wahab menguraikan, pihaknya juga melaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan yang difokuskan bagi mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2018, dan pelatihan digital skill bagi penerima bidikmisi angkatan 2017.

Berkaitan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palu Dr Abidin Djafar mengatakan, pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia serta keterampilan mahasiswa, merupakan ruh dari kegiatan akademik yang difokuskan pada mahasiswa. “Pelatihan-pelatihan tersebut, merupakan satu upaya mendongkrak capaian mutu sumber daya manusia bagi mahasiswa IAIN Palu,” ujarnya.

Baca Juga :   Kadisdikbud Izinkan Tenaga Pendidik Belum di Vaksin ke Sekolah.

Kata Dr Abidin hal itu penting dilakukan, karena IAIN Palu berkeinginan agar mahasiswanya memiliki keterampilan yang baik meliputi penguasaian digital, wirausaha dan kajian keislaman salah satunya mengenai kajian kitab kuning.

“Salah satu dampak dari pelatihan ini yang kita harapkan yakni, mahasiswa mampu menulis skripsi atau karya ilmiah yang berkualitas, karena mengambil sumber dari literatur asli, seperti dari kitab kuning,” ungkap dia.*/ENG

Komentar

News Feed