oleh

Asep: Pemilihan Rekanan SIPlah Bisa Fleksibel

SULTENG RAYA-Akademisi Universitas Tadulako (Untad) dan sekaligus Pengamat Pendidikan Sulteng, Dr. Asep Mahfudz, mengatakan  pemilihan rekanan dalam pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) sistem SIPlah harus lebih fleksibel, transparansi dan akuntabilitas.

Dirinya berharap agar para Kepsek diberi kebebasan dalam memilih rekanan sepanjang rekanan tersebut memiliki SIPlah dan dapat dipertanggungjawabkan, mengingat SIPlah kata kuncinya di transparansi dan akuntabilitas.

“Tidak masalah jika sekolah berbelanja di toko manapun yang dia inginkan, asalkan toko tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan terpercaya, karena kata kunci pemanfaatan dana BOS harus ada transparansi dan akuntabilitas, bagi saya tidak masalah belanja di toko mana saja, asalkan dapat dipertanggungjawabkan transparansi dan akuntabilitas,” katanya Kepada Sulteng Raya Rabu (18/11/2020).

Selain itu kata dia, pemanfaatan dana BOS harus bisa dioptimalkan sehingga sekolah dianggap mampu dalam memanfaatkan Dana BOS, sehingga harus diberikan kebebasan sekolah dalam menentukan rekanan asalkan hal itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Maka jika belanja di luar kalau harganya tidak beda jauh tidak menjadi masalah asal ada bukti, jangan sampe kepsek disalahkan mereka kan bukan ahli keuangan mereka hanya pengguna, asalkan sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” ucapnya.

Namun katanya, khusus untuk tahun 2020 ini, untuk mengoptimalkan penggunaan dana BOS, terlebih sudah dipenghujung tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat mengarahkan sekolah ke rekanan tertentu. “Ya boleh saja (mengarahkan sekolah ke rekanan tertentu), kan itu juga membantu sekolah, sepanjang memang sekolah membutuhkan bantuan, dari pada sampai diakhir tahun anggaran tidak terserap,”ujarnya mengakhiri. JAN.

Komentar

News Feed