oleh

Baru 25 Bidan di Sutelng Tersertifikasi Melalui Aplikasi Monika

-HEALTH-dibaca 357 kali

SULTENG RAYA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah mencatat, dari 559 bidan terlatih memberikan pelayanan KB di daerah itu, baru 25 orang telah tersetifikasi melalui aplikasi Monika alias Monitoring Berkualitas.

Analisis Sarana Program Keluarga Berencana (KB) BKKBN Sulteng, Ikhsan, mengatakan, jumlah tersebut masih sangat rendah dari target capaian 2020, yaitu 280 sertifikat kompetensi sebagai syarat penyelenggaraan pelatihan Technology Contraception Update (CTU) pada 2021 mendatang.

“Aplikasi itu (Monika) dirancang untuk menjawab permasalahan  kompetensi bagi dokter dan bidan yang telah dilatih CTU IUD Implant oleh BKKBN,” jelas Ikhsan, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi (KBKR), BKKBN telah bekerja sama dengan Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), melaksanakan pelatihan CTU IUD dan Implant kepada dokter dan Bidan.

“Untuk pemetaan dan sertifikasi tenaga dokter dan bidan yang sudah terlatih, maka dibuatlah aplikasi Monika. Proses ini diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang tersertifikasi kompeten namun sampai saat ini capaian Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat rendah,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya selalu mendorong penyuluh keluarga berencana (PKB) tersebar di seluruh daerah di Sulteng untuk mendampingi bidan di wilayah kerjanya masing-masing dalam pengusulan sertifikasi kompetensi melalui aplikasi Monika. HGA

Komentar

News Feed