oleh

Lagi, Siswa SMPN 1 Palu Raih Prestasi Internasional

SULTENG RAYA- Masa Pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat peserta didik (Siswa) SMPN 1 Palu untuk mendulang prestasi baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Kali ini, tepatnya Ahad, tanggal 15 November 2020,  sebanyak lima peserta didik SMPN 1 Palu tampil secara virtual di ajang  International Science and Invention Fair (ISIF) 2020, masing-masing Ahmad Chiroh Juang Bakrani, Raditya Anis Badriah, Artha Vania, Kartika Jihan Afifah, Alif Rahman Wibowo.

Kumala Digifest

Kelima peserta didik SMPN 1 Palu tersebut berhasil meraih Medali Perunggu. “Alhamdulillah anak kami berhasil meraih Medali Perunggu dalam Ajang Internasional Science and Invention Fair (ISIF) 2020,”kata Kepala SMPN 1 Palu,  Farida Batjo. Senin (16/11/2020).

Ajang kompetisi Karya Ilmiah Remaja bergengsi tersebut diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) diikuti oleh 30 negara. International Science and Invention Fair (ISIF) sendiri merupakan Kompetisi Karya Ilmiah tingkat internasional yang kerap menjadi incaran para peserta didik diberbagai negara.

Baca Juga :   Wajibkan Anak Ikut Paud Satu Tahun, Pemkot Sempurnakan Naskah Perwali

Dalam kegiatan ini, ISIF memasukan berbagai macam kategori karya ilmiah yakni mathematics, physics energy and engineering, life science, environmental sciences, technology, social science.

Di ajang ini, peserta SMPN 1 Palu tidak hanya berhadapan dengan sesama peserta didik tingkat SMP, melainkan juga harus berhadapan dengan peserta didik dari tingkat SMA, seperti SMA Negeri 1 Gantung, SMA Negeri 5 Malang, dan Cebu Internasional School.  “Dalam ajang ini, anak kami juga berhadapan dengan anak-anak SMA, mereka (SMPN 1 Palu) mempersentasikan  tentang Water Stove (Kompor Air), terkait pengaruh energi magnet terhadap pembangkit listrik,”jelas Farida.

Kata Farida, untuk meraih prestasi tersebut tidaklah mudah, karena membutuhkan persiapan dan latihan  selama lima bulan, bahkan bukan hanya pelatih internal seperti wali kelas dan guru latih yang ada di dalam sekolah, bahkan kali ini juga melibatkan pelatih dari luar, khususnya mendatangkan orang tua peserta didik yang tergabung dalam Molibu (komunitas orang tua peserta didik).

Baca Juga :   Dylan Susanto Sabet Medali Perunggu Ajang Internasional WMI

“Ada orang tua peserta didik kami, kebetulan guru dari SMAN 1 Palu yang juga bisa melatih anak-anak kami, dan dia mau terlibat, ya Alhamdulillah ini sangat membantu, inilah salah satu peran penting dari Molibu,”jelas Farida.

Farida berharap, agar kolaborasi dan kerjasama antara orang tua dengan pihak sekolah untuk pengembangan kompetensi peserta didik terus berlangsung, pasalnya kemampuan sekolah untuk mendatangkan pelatih dari luar itu sangat terbatas, membutuhkan pendanaan yang besar, sementara sumber dana sekolah hanyalah dana BOS.

Kata Farida, ini adalah prestasi internasional yang kedua kalinya yang diraih oleh peserta didik SMPN 1 Palu di masa pandemi Covid-19, setelah sebelumnya kompetisi Matermatika yang diadakan oleh Australia. ENG/JAN

Komentar

News Feed