oleh

Lagi, 14 Gepeng Terjaring Razia Tim Terpadu

SULTENG RAYA – Tim terpadu razia Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), yang terdiri dari Satpol PP Kota Palu, Dinas Sosial, DP3A, Kelurahan dan Satgas K5 kembali melakukan operasi gabungan di sekitar Jalan Moh Hatta dan Jalan Masjid Raya, Kelurahan Lolu Utara, Kamis (12/11/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Trisno Yunianto, mengatakan tim terpadu berhasil menjaring 14 orang Gepeng dalam operasi gabungan tersebut.

“Dari 14 orang Gepeng, sembilan diantaranya berasal dari Sulawesi Selatan dan satu orang berasal dari Balikpapan. Sementara, untuk Gepeng yang berasal dari Kota Palu akan dikembalikan kepada orang tuanya dengan terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan,” kata Trisno yunianto, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga :   Aplikasi Pencegah Stunting Milik Dr Rosmala dan Timnya Sukses Dilaunching

Bagi 10 orang Gepeng yang berasal dari luar Kota Palu, untuk sementara waktu akan ditampung di rumah singgah yang sudah disiapkan oleh pihak Dinsos Kota Palu, sembari menunggu koordinasi dengan Dinsos Sulteng.

“Nantinya, 10 orang Gepeng tersebut akan diantar ke Sulawesi Selatan oleh Dinsos dan Satpol PP,” jelasnya.

Hal itu dilakukan  berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Dalam pasal 21 Perda, melarang orang untuk melakukan gelandangan dan pengemis, jika tertangkap meminta uang atau barang di traficc light perempatan, berdalih alasan kemanusiaan tidak dibenarkan apa lagi kegiatan tersebut tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Palu.

Baca Juga :   Yuk! Ikut Festival Vaksinasi Covid-19 di Lapangan Vatulemo

“Dan sesuai pasal 23 Perda, bagi gelandangan dan pengemis akan diberi sanksi tiga bulan kurungan dan denda maksimal 3 juta rupiah,” tandasnya.ULU

Komentar

News Feed