oleh

Begini Strategi Paslon Tuntaskan Kemiskinan di Kota Palu

SULTENG RAYA – Pada pelaksanaan debat publik terbuka II oleh KPU Kota Palu, Rabu (11/11/2020) lalu, persoalan kemiskinan menjadi salah satu isu yang diangkat.

Jumlah penduduk miskin di Kota Palu terus meningkat pascabencana 2018 silam hingga pandemi Covid-19. Para pasangan calon diminta memberikan solusi dan langkah konkret untuk mengatasi kemiskinan di Kota Palu.

Pasangan calon nomor urut 1, Aristan-Moh. Wahyudin, mengatakan akan mengupayakan dan merealisasikan nilai-nilai religius.

Wahyudin mengatakan, ikhtiar religius penting karena masalah kemiskinan dan pengangguran akan bisa diselesaikan dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan.

Strategi kedua yakni akan menuntaskan kemiskinan berbasis kelurahan dengan program Rp1 miliar plus per kelurahan untuk pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :   IZI Sulteng Data 776 Jiwa Mengungsi di Desa Mekkatta Sulbar

“Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menggulirkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan pengembangan usaha permodalan disertai pendamping berkesinambungan sehingga akan tumbuh usaha-usaha warga berbasis rumah tangga,” ujar Wahyudin.

Kemudian penguatan UMKM baik secara mandiri maupun kemitraan dengan memberikan permodalan usaha, pelatihan dan pendampingan secara bertahap serta menyiapkan pekerja yang memenuhi persyaratan kerja.

Pasangan calon nomor urut 2, Hadianto Rasyid-Reny A Lamadjido, akan meningkatkan kualitas padat karya dengan meningkatkan upah Rp1 juta per padat karya.

Kemudian meningkatkan pelatihan keterampilan generasi muda di kelurahan untuk menjadi tenaga bersertifikat utamanya untuk persiapan ibukota di Kalimantan.

Lalu membangun home industri untuk pengembangan masyarakat, penguatan UMKM, membuat pasar dan wisata pasar ikan.

Baca Juga :   BI Sulteng Kembangkan Pilot Project Urban Farming

Pasangan calon nomor urut 3, Hidayat-Habsa Yanti Ponulele, akan melanjutkan program yang  sudah dijalankan pemerintah, di antaranya membuat tempat-tempat usaha, pembangunan agro wisata di Kecamatan Palu Utara dan pengembangan kawasan pariwisata.

“Kami akan lebih meningkatkan apa yang telah dilakukan sebelumnya,” ujar Habsa.

Sementara pasangan calon nomor  urut 4, Imelda Liliana Muhidin-Arena JR Parampasi, akan membuat empat klaster peningkatan program penanggulangan kemiskinan.

Klaster pertama yakni ketahanan masyarakat dengan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar.

Klaster kedua yakni pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada.

Klaster ketiga yakni keberlanjutan usaha serta klaster keempat yakni program pro rakyat untuk  disabilitas. Debat publik terbuka II dipandu oleh akademisi unismuh palu, Osgar S Matompo.  NDY

Komentar

News Feed