oleh

Pilkada Kota Palu, Narkoba Jadi Isu Debat Publik Terbuka II

SULTENG RAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu melaksanakan debat publik terbuka II pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Palu tahun 2020 di Hotel Best Western Palu, Rabu (11/11/2020). Dalam debat tersebut, persoalan narkoba menjadi salah satu isu yang dibahas oleh masing-masing pasangan calon.

Dalam segmen ketiga yakni debat eksploratif, pasangan calon diberikan isu terkait Palu darurat narkoba. Ternyata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) peringkat empat penyalahgunaan narkoba di Indonesia dan Kota Palu menjadi salah satu daerah terbesar penyalahgunaan narkoba di Sulteng.

Terkait isu tersebut, masing-masing pasangan calon diminta memaparkan solusinya untuk menanggulangi persoalan narkoba.

Kesempatan pertama diberikan kepada pasangan calon No. 4, Imelda Liliana Muhidin-Arena JR Parampasi. Imelda mengatakan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum terkait bahaya narkoba serta sosialisasi ke sekolah-sekolah dan membuat regulasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca Juga :   Peduli Sulbar, Awana Sawit Lestari Salurkan Logistik

Kemudian akan memberdayakan karang taruna dan risma di setiap kelurahan dengan membuat kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Imelda yakin ketika para pemuda dibuatkan kegiatan positif maka tingkat penyalahgunaan narkoba di Kota Palu akan menurun.

Kesempatan kedua diberikan kepada pasangan calon no. 3, Hidayat-Habsa Yanti Ponulele. Hidayat mengatakan, dalam menyikapi persoalan tersebut akan melanjutkan program Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang sudah ada seperti Satgas K5.

Ia mengatakan, selama ini ketika melakukan swiping di kos-kosan, Satgas K5 sudah banyak mendapatkan para pengguna narkoba yang selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Selain itu yakni program Pemkot berupa pemberian anggaran Rp40 juta di masing-masing kelurahan untuk karang taruna, risma dan pemuda membuat kegiatan positif.

Baca Juga :   Puluhan Motor Terjaring Razia di Jalan Soekarno Hatta

Kesempatan ketiga diberikan kepada pasangan calon no. 2 Hadianto Rasyid-Reny A. Lamadjido. Hadi menawarkan solusi yakni program Palu religi dengan membangun penguatan akhlak dan pendalaman tentang agama dimulai dari sekolah.

Kemudian penguatan seribu beasiswa bagi keluarga kurang mampu, karena menurutnya ketika seseorang putus pendidikan akan menimbulkan keputusasaan yang dapat menjurus pada penyalahgunaan narkoba. Selain itu, ia menawarkan pelatihan tenaga kerja bersertifikasi dan penguatan modal usaha Rp10 juta.

Kesempatan Keempat diberikan kepada pasangan calon no.1  Aristan-Wahyuddin. Aristan mengatakan akan melakukan penguatan kelembagaan sosial dan keagamaan untuk menanggulangi persoalan narkoba serta melibatkan tokoh masyarakat dan adat dalam upaya penanggulangan itu.

Selain itu, Aristan mengatakan bahwa keteladanan pemimpin adalah yang terpenting sehingga dirinya akan melakukan pemeriksaan rutin di semua kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah untuk membangun keteladanan. NDY

Komentar

News Feed