oleh

Selama Pandemi, Kunjungan PKB-PLKB Dibatasi Dua Kali Sepekan

SULTENG RAYA – Selama pandemi Covid-19, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dituntut untuk tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Meski begitu, selama pandemi Covid-19, PKB/PLKB hanya dibebankan dugas kunjungan ke rumah warga dua kali setiap pekan. Berbeda sebelum pandemi, PKB/PLKB diwajibkan melakukan kunjungan setiap hari ke rumah warga dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya.

Kumala Digifest

“Di masa Covid memang tidak seperti biasanya, kami di Sulteng membuat kebijakan baru untuk sisitem kerja PKB/PLKB kita. Jika sebelumnya (sebelum pandemi Covid-19), PKB/PLKB diwajibkan setiap hari harus melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, di masa pandemi ini dibatasi, hanya dua hari dalam satu pekan,” jelas Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Maria Ernawati, Sabtu (7/11/2020).

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat merupakan kewajiban dilaksanakan sekaligus hak bagi masyarakat, sehingga tidak ada alasan bagi pihaknya menghentikan pelayanan kepada masyarakat dengan alasan pandemi Covid-19. Hanya saja, pola dan prosedurnya disesuaikan kondisi saat ini.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menjalankan pelayanan. Masa pandemi Covid-19 ini, kami jadikan sebagai tantangan, sehingga harus memiliki kebijakan-kebijakan yang kreatif dalam memutuskan setiap pelaksanaan program-program yang ada,” kata Erna, sapaan akrab Maria Ernwati.

Selain itu, PKB/PLKB juga diwajibkan untuk melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan hand sanitizer saat melakukan kunjungan serta harus jaga jarak.

“Kami selalu ingatkan kepada PKB/PLKB untuk menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) saat melakukan kunjungan atau pelayanan kepada masyarakat. PKB/PLKB juga kita tugaskan untuk selalu mengkampanyekan 3M kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, pelayanan KB di Puskesmas tetap berjalan setiap hari kerja. Hanya saja, standar operasional prosedur (SOP) diterapkan disesuaikan kondisi saat ini. Mulai dari jam pelayanan hingga jumlah maksimal kunjungan juga dibatasi.

“Kalau dulu itu, biasanya seluruh puskesmas semuanya dilayani pagi untuk 10 orang. Jika seperti itu pasti tidak terjadi sosial distancing karena ramai. Sekarang, penyuluh KB mengelola itu, mungkin jam 7 (pagi) sampai jam 9 (pagi) hanya melayani 5 orang, kemudian jam selanjutnya juga 5 orang. Agar tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, jumlah penyuluh di Sulteng sebanyak 352 orang melayani 175 kecamatan dan 2.017 desa atau kelurahan. Satu PKB melayani 5 hingga 6 desa. HGA

Komentar

News Feed