oleh

Pemkot Dorong ATS Kembali Bersekolah.

SULTENG RAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mendorong Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali bersekolah, melalui gerakan kembali bersekolah dengan komitmen memberikan pelayanan pendidikan formal atau non formal bagi anak yang putus sekolah dan anak yang sama sekali tidak menyelesaikan pedidikan sekolah.

Kadisdikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan, ATS terdiri dari tiga kategori yakni  yang pertama anak yang sama sekali tidak pernah merasakan bangku sekolah sampai dengan usia 18 tahun, kedua anak yang sudah pernah bersekolah tapi tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ketiga anak yang putus sekolah diberbagai jenjang baik SD, SMP dan SMA.

Saat ini kata Kadis, ATS didominasi oleh kategori anak yang tidak merasakan pendidikan atau tidak menyelesaikan pendidikan sampai dengan usia 18 tahun. Permasalahan ATS tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor keluarga, lingkungan, ekonomi  dan faktor kesehatan.

“Ada empat faktor, pertama bahwa masih ada keluarga kita yang miskin struktural, yang masih menganggap bahwa pendidikan itu bukan hal penting dan bukan merupakan suatu kebutuhan, sehingga anak-anak mereka ada yang tidak mengeyam bangku sekolah, kedua karena ada pernikahan diusia anak yang masih dini menyebabkan anak tersebut tidak melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi karena sudah malu, mungkin untuk bersekolah dan sudah memiliki tanggung jawab lain yakni mengurus keluarga,” kata Kadis kepada Sulteng Raya Rabu (28/10/2020).

“Kemudian ketiga, anak tersebut harus bekerja sehingga waktunya untuk bersekolah tersita dengan membantu perekonomian keluarga sehingga mereka berhenti bersekolah, dan keempat faktor kesehatan ada yang cacat bawaan, sehingga anak-anak itu memiliki kebutuhan khusus sehingga tidak bersekolah, kemudian ada anak anak yang cacat karena kecelakaan atau ditimpah bencana,” tambahnya.

Untuk itu Kadis, telah mengimbau kepada seluruh sekolah agar wajib menerima para ATS untuk dapat mengenyam pendidikan, agar mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan sebagai hak mereka dimasa depan untuk meraih cita-cita dan mendapatkan pendidikan.

“Sekolah wajib menerima, dan saya juga sudah sampaikan kepada seluruh kepala sekolah bahwa kita wajib menerima anak-anak tersebut berdasarkan jenjangnya,” ucapnya.

Dengan harapan agar mereka kembali bersekolah dan bisa mendapatkan ijazah yang dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan.JAN

Komentar

News Feed