oleh

Kades Silabia Manfaatkan DD untuk Beasiswa Pendidikan

SULTENG RAYA – Tidak semua aparatur desa paham pemanfaatan anggaran. Banyak kadang hanya menggunakan Dana Desa (DD) sekian banyaknya untuk infrastruktur dan keperluan bantuan yang bersifat konsumtif.

Lain halnya yang dilakukan oleh Kepala Desa Silabia, Kecamatan Tinombo, Desi Afrianty. Ia membuat kebijakan pengalokasian Dana Desa (ADD) untuk mahasiswa kurang mampu di desanya.

Kumala Digifest

Hal itu sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan nomor 11 tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

“Sudah kami alokasikan (beasiswa pendidikan) sejak awal 2020. Bantuan biaya pendidikan untuk masyarakat miskin dari DD itu, ada 16 orang yang kami biayai, sampai mereka sarjana,” katanya melalui sambungan telepon kepada Sulteng Raya, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga :   AJM Pastikan All Ne Aerox 155 Ready Desember

Kades Desi Afrianty melanjutkan, nominal yang diberikan kepada 16 orang penerima cukup untuk keperluan mereka membayar uang semester, sehingga orangtua mereka yang notabenenya sudah tercatat sebagai orang tidak mampu bisa memikirkan hal lain dibandingkan uang kuliah.

“Bantuannya tiap 6 bulan, mendekati  pembayaran semester baru kami berikan, masing-masing dapat Rp1,5 juta, jadi selama satu tahun atau dua semester mereka mendapatkan Rp3 juta untuk keperluan kuliah,” tutur wanita lulusan Fakultas Peternakan dan Perikanan Untad itu.

Dirinya berharap, dengan program beasiswa yang dicanangkan itu, jajaran aparatur desa dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika mereka lulus, diharapkan untuk datang kembali mengabdi membangun desa yang terletak di lembah tersebut.

Baca Juga :   Ingat! Usia Ideal Menikah Perempuan 21 Tahun

“Kami memiliki keyakinan untuk memajukan sumber daya manusia desa kami. Agar kedepan melahirkan orang-orang yang penuh rasa tanggung jawab untuk membangun desa mereka,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed