oleh

Dari Sumatera ke Palu Bawa 7,3 Kg Sabu

SULTENG RAYA – Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis sabu sebanyak 7,3 Kg.

Diketahui, sabu tersebut dibawa dari Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara untuk diedarkan di Kota Palu.

Kumala Digifest

Hal itu disampaikan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs Abdul Rakhman Baso saat merilis kasus tersebut di Polda setempat, Selasa (27/10/2020) pagi.

Kapolda Sulteng menerangkan, anggota Ditresnakoba Polda Sulteng pada Sabtu (24/10/2020) pukul 16.30 wita di Pos pemantau Covid-19, Kelurahan Watusampu, Kota Palu berhasil menggagalkan dua orang yang diketahui membawa masuk narkoba jenis sabu ke Kota Palu.

“Target yang diketahui menggunakan mobil Toyota avansa metallik nomor Polisi DN 1576 VB, sudah dibuntuti mulai dari Pasangkayu Sulbar, sampai ke perbatasan Palu-Donggala di Pos pantau Covid-19 Kelurahan Watusampu, saat dihentikan dan dilakukan penggeledahan ditemukan pelaku inisial S (34) dan U alias Ateng (46) keduanya warga Kota Binjai Sumatera Utara,” ucap Kapolda didampingi Direktorat Resnarkoba, Kabid Humas dan Direktorat Tahti Polda Sulteng.

Baca Juga :   Gudang Barang Campuran dan Tiga Rumah Terbakar di Jalan Tanamea

Lanjut Kapolda, Kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan baik yang ada di dalam kardus maupun kopor dan ditemukan 6 paket besar sabu dengan berat 6 Kg dan 13 bungkus paket sedang sabu dengan berat 1,3 Kg.

Kapolda Sulteng menjelaskan, tak hanya disitu dari dua pelaku tersebut Kepolisian berupaya kembangkan jaringan mereka di wilayah Palu, dimana tersangka S dibawa ke wilayah Tipo dan tersangka U alias Ateng dibawa ke Palu.

“Selama pengembangan tersangka S berbelit-belit, tidak kooperatif dan tidak mengakui sabu yang didapat petugas bukan barangnya, serta berusaha untuk kabur, sehingga dengan terpaksa Polisi melakukan Tindakan tegas dan terukur. Untuk tersangka S setelah mendapatkan tindakan tegas terukur oleh Kepolisian, yang bersangkutan di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu guna mendapatkan penanganan medis, namun pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2020 pukul 11.00 wita tersangka S oleh dokter dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga :   BKKBN Dorong UPPKS Belajar Pemasaran Daring

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2), Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau seumur hidup atau hukuman mati. YAT

Komentar

News Feed