oleh

Fenomena La Nina, Masyarakat Pesisir Diimbau Tetap Waspada

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat Sulteng mendiami pemukiman di pesisir pantai, agar tetap wasapada dengan adanya pergerakan gelombang air laut tidak menentu akibat fenomoena badai La Nina di Sulteng.

Kepala DKP Sulteng, Arif Latjuba, mengatakan, menurut koordinasi dengan BMKG Palu, prakiraan puncak La Nina saat Desember 2020 mendatang. Sepanjang itu, kata dia, badai akan terus ada mengotak-atik cuaca di Sulteng.

Kumala Digifest

“Ini merupakan fenomena langka bagi daerah. Hujan dengan intensitas yang meningkat 40 persen disertai angin akan membuat kondisi laut dan tinggi gelombang menjadi sangat random. Kami mengimbau agar tetap waspada, bukan Cuma nelayan tapi masyarakat di sekitar pemukiman pesisir,” katanya kepada Sulteng Raya, Senin (26/10/2020).

Baca Juga :   Rama Siap Adu Ide di ADU JAK GenRe Indonesia 2020

BERI MITIGASI BAGI NELAYAN

Sebelumnya, Kadis Arif menyatakan mengambil tindakan cepat, berkoordinasi dinas kelautan di kabupaten dan kota untuk dapat memberikan pemahaman, upaya mitigasi nelayan khususnya nelayan tradisional agar bisa menanggalkan melaut diwaktu-waktu tertentu.

“Upaya kita, seluruh dinas akan kita surati melakukan antisipasi dini,” katanya.

“Ini memang memiliki potensi pengurangan produksi atau tangkapan nelayan. Namun ini kan hanya ada dimomen-momen badai datang, tidak setiap hari. Nah, peran pemerintah harus jadi mitigator, sebagai alarm kepada nelayan,” ujarnya menambahkan.

Selain nelayan tradisional, Kadis Arif juga menekankan imbauan kepada nelayan dengan kapal tangkap ikan kapasitas besar melalui koordinasi dengan kepala-kepala pelabuhan.

“Kalau ada alarm untuk itu, mereka (pihak pelabuhan) bisa segera mengingatkan kapal dengan muatan tonase besar. Kalau bisa ditahan dahulu dokumen-dokumen mereka sebagai legitimasi menangkap ikan. Itu untuk kebaikan juga,” tutupnya. RHT

Komentar

News Feed