oleh

Bantuan Benih Padi-Jagung DPTH Sulteng di Palu Tuai Hasil

SULTENG RAYA – Bantuan benih padi inbrida dan benih jagung hibrida kepada sejumlah kelompok tani (poktan) di Kota Palu beberapa bulan lalu, akhirnya tuai hasil.

Sejumlah poktan penerima manfaat benih sudah mulai panen. Salah satunya, anggota Poktan Sintuvu Anja di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu telah melakukan panen tanaman padi pada Rabu (21/10/2020) pekan lalu.

Pada kesempatan itu, geliat panen para petani disaksikan langsung tim dari DTPH Sulteng serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kota Palu saat memonitoring poktan di wilayah Kecamatan Tawaeli.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan DTPH Sulteng, Retno Erningtyas, mengungkapkan apresiasi kepada para petani telah memanfaatkan seoptimal mungkin stimulan berupa bantuan benih padi dan benih jagung diberikan tersebut, sehingga saat ini hasilnya dapat dinikmati.

Baca Juga :   PKB/PLKB Diharapkan Menyosialisasikan Rencana PK21 Sejak Sekarang

“Hasil panen yang baik ini diperoleh karena bapak dan ibu petani kembali memberikan perhatian yang besar pada lahan-pahan pertaniannya, baik sawah maupun kebun setelah beberapa saat ‘istrahat’ dari usaha tani akibat peristiwa gempa yang lalu,” kata Kabid Retno.

Menurutnya, dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 silam, DPTH Sulteng telah melakukan sejumlah upaya. Khusus sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, DTPH Sulteng telah mengucurkan beberapa stimulan ke poktan di wilayah Kota Palu, sebagai salah satu wilayah terdampak gempa bumi, salah satu diantaranya adalah bantuan benih padi inbrida dan benih jagung hibrida tersebut beberapa bulan lalu.

“Pemerintah hanya bisa memberikan motivasi dan rangsangan yang nilainya juga terbatas. Hasil panen yang baik ini menunjukkan bahwa bantuan benih yang telah diberikan ini, telah dikombinasikan dengan sumberdaya bapak dan ibu, dan semangat ini harus terus dipertahankan. Agar ketersediaan pangan kita terus terjaga, terlebih di kondisi pandemi covid seperti sekarang ini,” ucapnya.

Baca Juga :   Lagi, 69 orang Terjaring Operasi Yustisi

Beberapa hari sebelumnya, kata dia, telah dilakukan hal serupa di wilayah Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.  Adalah Rais, salah seorang anggota Poktan menyampaikan rasa harunya atas bantuan benih diberikan beberapa bulan lalu. Bantuan itu telah mendorong mereka kembali berusaha tani padi pascabencana alam gempa bumi dua tahun silam. 

“Terus terang, ini pertama kalinya torang tanam padi lagi setelah gempa bumi, dan terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah telah memberikan bantuan benih ini pada saat torang petani ini memang butuhkan”  kata Rais.

Sebagai informasi tambahan, bantuan benih padi inbrida dan benih jagung hibrida merupakan salah satu dari beberapa jenis stimulan dialokasikan DTPH Sulteng kepada kelompok tani untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi ke Kota Palu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sulteng . 

Baca Juga :   Gerindra Instruksikan Kader Menangkan Hidayat – Bartho

Bantuan itu menyasar lahan sawah seluas 170 hektar dan lahan jagung seluas 265 hektar tersebar di beberapa kecamatan di Kota Palu, sesuai potensinya masing-masing.

Kepala DPTH Sulteng, Trie Iriany Lamakampali, saat perencanaan awalnya mengungkapkan hakekat dari pemberian stimulan untuk RR itu adalah untuk menjaga sekaligus meningkatkan kembali produktivitas petani-petani bergerak di sub sektor tanaman panan dan hortikultura di wilayah terdampak gempa bumi.*/HGA

Komentar

News Feed