oleh

Lima PT di Sulteng Punya Galeri Investasi

SULTENG RAYA – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah terus memberikan komitmen menyelenggarakan edukasi kepada masyarakat mengenai pasar modal, sebagai salah satu instrumen investasi seluruh kalangan.

Salah satu program reguler saat ini digalakkan untuk mengakomodasi kegiatan sosialisasi, yakni galeri investasi di perguruan tinggi (PT).

Kumala Digifest

Kepala BEI Sulteng, Dendy Faizal Amin, mencatat, sejak awal buka hingga saat ini,  telah ada galeri investasi di Universitas Tadulako, Unsimar Poso, IAIN, Stie Pancha Bakti Palu, Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu.

Galeri investasi, kata dia, merupakan fasilitas digunakan khusus pembelajaran pasar modal, tersedia dalam satu ruangan, dengan sarana dan prasarana (sapras) penunjang, seperti internet dan teknologi penunjang lainnya.

Baca Juga :   Parah! DPK BPR di Sulteng Belum Cukup Satu Persen

“Yang belum lama ini kami resmikan ada di Unisa Palu. Kami mengharapkan lewat galeri itu akan lebih membuka wawasan para akademisi, baik mahasiswa maupun para dosen tetap bisa belajar pasar modal dan mampu meningkatkan jumlah investor dan transaksi,” kata Dendy kepada Sulteng Raya, Senin (26/10/2020).

“Terkait insiden kebakaran kemarin di salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki galeri, alhamdulillah sampai sekarang galeri masih beroperasi dan tidak terdampak,” ucapnya.

Sebelumnya, BEI Sulteng mencatat, per September 2020, Kota Palu menjadi kota dengan investor terbanyak mengungguli angka investor Kabupaten Tolitoli.

BEI Sulteng mencatat dari segi transaksi, Kota Palu menjadi yang terbanyak dengan nilai Rp114 miliar mengungguli Tolitoli sebesar Rp109 miliar per September 2020.

Baca Juga :   Selasa Menyapa, BKKBN Bahas Tujuh Dimensi Lansia Tangguh

“Dengan jumlah investor di palu sebanyak 2.415 investor dan di Tolitoli sebanyak 327 investor,” ungakpnya.

Kata Dendy, investor kumulatif di Sulawesi Tengah mencapai 4.118 investor naik sebesar 1.017 investor atau 32 perse. Sedangkan secara year on year atau dari tahun ke tahun dibulan yang sama (September) mengalami kenaikan sebesar 1.324 atau sekitar 47 persen  dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Adapun transaksi yang terjadi di September 2020 yakni sebesar Rp305.214.012.200. Lanjut Dendy, angkat tersebut merupakan rekor transaksi tertinggi sepanjang kehadiran KP BEI di Sulawesi Tengah.

“Mengingat ini adalah tahun yang bisa dikatakan cukup berat kita lewati, BEI dalam hal ini terus berupaya melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan kepada investor, calon investor, emiten dan calon emiten serta kepada seluruh stakeholder di pasar modal dengan mengoptimalkan sistem online/daring dalam setiap kegiatan,” katanya. RHT

Komentar

News Feed