oleh

MABES POLRI, Perintahkan Anggotanya Jaga Antrean di SPBU

SULTENG POST- Pihak kepolisan meminta pihak SPBU bekerja sama untuk pengamanan lantaran banyak antrean panjang. Polisi khawatir akan terjadi kericuhan akibat antrean itu.

“SPBU yang mengalami antrean panjang, kewajiban untuk polsek mengamankan apabila tidak mampu akan lapor ke polres jika polres masih kurang masih bisa minta polda ada sabhara polda, ” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di PTIK, Jakarta, Kamis (28/8).

Untuk mencegah lebih dini potensi kericuhan yang terjadi SPBU dan Pertamina untuk reaktif melapor kepada polisi. “Memang manajemen yang perlu keaktifan dari Pertamina menyampaikan permintaan bantuan dari SPBU aktif,”jelas dia.

Seperti diketahui, PT Pertamina telah menjalankan amanat pemerintah menghilangkan solar di Jakarta Pusat, menghilangkan premium di ruas jalan tol, serta membatasi konsumsi solar bagi nelayan yang punya kapal besar sejak awal Agustus 2014. Ini dilakukan buat menjaga kuota BBM bersubsidi tetap 46 juta kiloliter sampai akhir tahun.

Mulai pertengahan Bulan, BUMN Migas penyalur BBM subsidi itu pun mengurangi jatah 5 persen pasokan yang diterima oleh SPBU secara nasional.

Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, BPH Migas dan Pertamina ini, mulai berdampak di lapangan.

Mulai sepinya SPBU di jalan tol, sampai kepanikan masyarakat di sepanjang jalur Pantura selama tiga hari ini karena tidak menerima pasokan BBM. Kota-kota luar Jawa seperti Aceh dan Makassar juga melaporkan antrean panjang karena masyarakat kehabisan Premium. MRD

Komentar

News Feed