oleh

Rektor Tekankan Penyusunan Kurikum Harus Sesuai MBKM

SULTENG RAYA- Rektor Universitas Muhamnmadiyah (Unismuh) Palu, Dr. Rajindra, SE., MM menekankan kepada para dekan dan juga para ketua-ketua prodi yang ada di Unismuh Palu, agar dalam penyusunan kurikum harus betul-betul sesuai konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sebagaimana maksud dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Kamarim.

Hal tersebut diungkapkan usai menghadiri pembukaan Lokakarya Penerapan Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Palu secara Virtual, yang juga diikuti oleh seluruh ketua-ketua Prodi yang ada di lingkungan kampus biru Unismuh Palu, serta perguruan tinggi yang sudah kerjasama dengan Unismuh Palu, yang dilaksanakan selama dua hari, dimulai Jumat (23/10/2020) dan berakhir hari Sabtu (24/10/2020).

Kumala Digifest

Kata rektor, konsep MBKM yang dicanangkan oleh Mendikbud itu harus dipahami betul dengan baik oleh tim perumus kurikulum. Karena tujuan dari konsep tersebut agar alumni saat keluar dari kampus (lulus), harus sudah siap terserap dilapangan kerja, memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini.

Baca Juga :   Wajibkan Anak Ikut Paud Satu Tahun, Pemkot Sempurnakan Naskah Perwali

Jikapun tidak terserap, mereka tidak menganggur, karena memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang ada, mempu membuka usaha mandiri, bahkan mampu membuka lapangan kerja baru yang bisa menyerap tenaga kerja. “Untuk menghasilkan lulusan seperti itu, tentu konsep-konsepnya harus jelas,”ujar rektor. Jumat (23/10/2020).

Saat ini kata rektor, ditingkat universitas sudah melakukan kerjasama MoU dengan sejumlah perguruan tinggi, pemerintah daerah, bahkan dunia usaha, hal tersebut bertujuan mengakomudior konsep MBKM, saat ini tinggal prodi  dan tim perumus kurikulum yang diharapkan mampu menghasilkan konsep yang bisa mengkoneksikan dengan baik dengan lembaga yang sudah kerjasama itu.

Mengingat, dalam konsep MBKM, mahasiswa diberikan kemerdekaan memilih tempat salama tiga semester, apakah magang di dunia usaha dan dunia industri atau kuliah di perguruan tinggi lain pada prodi yang berbeda.

Bahkan kata rektor, bisa juga membangun desa, mahasiswa ditempatkan selama satu semester di sebuah desa untuk membangun desa itu melalui program KKN. “Jika mahasiswa di dunia usaha atau industri bagaimana konsepnya, begitu juga jika mereka di perguruan tinggi lain, tentu konsepnya juga ada. Hal yang sama apa yang harus dilakukan mahasiswa jika di tempatkan di desa, ini semua yang harus ada konsepnya,”ujar rektor.

Baca Juga :   Tahun Depan Akbid Graha Ananda Palu Targetkan Naik Tingkat

Sebelumnya, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Dr. Normawati menguraikan, bahwa fakultas yang dipimpinnya itu tengah melakukan penyusunan kurikulum diawali dengan Lokakarya selama dua hari, dimulai hari Jumat (23/10/2020) dan berakhir Sabtu (24/10/2020). Dengan menghadirkan sejumlah narasumber yakni Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Prof Dr. Aris Junaidi. PhD, Anggota Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof Dr.Sutrisno, MAg., Perwakilan Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. Irawan., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, yang diwakili oleh Dr. Rahman Ansyari.

Selain itu, juga ada materi dari Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, SE., MM, dan juga dari Wakil Rektor 1 Unismuh Palu, Dr. Rafiuddin Nurdin.

Baca Juga :   Pengembangan Profesionalisme, 40 Dosen Muda IAIN Palu Ikut PEKERTI

Dengan harapan, dipenghujung kepemimpinannya ini semua bisa berjalan dengan baik. “Alhamdulillah, diujung kepemimpinan saya ini, semua telah berjalan dengan baik, siapapun yang menggantikan saya nanti, bisa melanjutkan apa yang sudah baik. Sudah memulai pengembangan akademik, keuangan, dan kemahasiswaan, diharapkan yang mengganti nanti bisa lebih maju dan lebih kreatif lagi,”harapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FAI Unismuh Palu, Dr. Surni Kadir mengatakan, kegiatan lokakarya tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari bantuan dana program studi menerapkan kerjasama kurikum MBKM dari Kemendikbud RI, dan ini tidak semua perguruan tinggi yang bisa mendapatkan dana tersebut.

Ia berharap dimana hasil dari Lokakarya ini menghasilkan kurikulum yang betul-betul sudah terintegrasi dengan konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sebagaimana yang dimaksud Mendikbud dan Rektor Unismuh Palu.  ENG

Komentar

News Feed