oleh

Pegadaian Palu Tatap Optimis Prospek Bisnis

SULTENG RAYA – Harga emas di masa pandemi terus mengalami kenaikan. Hal itu diakibatkan sentimen positif pandemi Covid-19.

Sebab, saat ini diyakini masyarakat banyak beralih ke instrumen investasi aman dan resiko rendah dibandingkan dengan interumen investasi lain, seperti pasar modal dan lainnya.

Berangkat dari hal itu, PT Pegadaian Area Palu menatap optimis pospek bisnis menjelang akhir tahun dan tahun-tahun mendatang.

Vice President PT Pegadaian Area Palu, Dul Trisno, mengatakan, emas merupakan salah satu sumber daya tidak dapat diperbaharui. Hal itu kemudian akan berdampak terhadap harganya akan terus naik. Ada atau tidak adanya pandemi.

Manfaat emas terhadap ekonomi, kata dia, sebagai cadangan fiskal dan kebutuhan industri bergerak di bidang emas. Bahkan, saat ini menurut Dul hampir seluruh peralatan berlabel mewah, kurang afdol jika tidak memiliki sentuhan emas.

Baca Juga :   OJK -SRO Selenggarakan Media Gathering Pasar Modal 2020

“Kami sudah luar biasa edukasinya soal manfaat. Soal prospek bisnis, kita salah satu perusahaan yang cukup survive dimasa pandemi, tidak terkecuali di Sulteng. Kedepan kami meyakini dengan inovasi yang terus kami lakukan akan memiliki dampak positif juga terhadap perjalanan bisnis,” kata Dul Trisno dalam mini media gathering bersama jurnalis di The Gade & Coffe, Jalan Sam Ratulangi, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya, fluktuasi emas akan terus menerus mengalami kenaikan. Adapun ketika harga turun, penurunanya tidak terlalu signifikan.

“Contoh, hari ini mungkin turun Rp5.000. Tapi kita bisa berspekulasi, dan itu sudah terjadi berulang-ulang kali, pasti dia akan naik lagi bahkan dengan harga yang lebih tinggi. Contoh, naik Rp10.000 atau bahkan lebih,” tutur Dul. RHT

Komentar

News Feed