oleh

Perdana, Investor Pasar Modal Palu Mengungguli Tolitoli

SULTENG RAYA – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tengah mencatat, per September 2020, Kota Palu menjadi kota dengan investor terbanyak mengungguli angka investor Kabupaten Tolitoli.

Kepala Perwakilan BEI Sulteng, Dendy Faizal Amin, mengatakan, peningkatan tersebut merupakan yang pertama tahun ini. Sebab, kata Dendy, selama ini presetase peningkatan invetor selalu didominasi rekening Kabupaten Tolitoli.

Kumala Digifest

“Ini menjadi kabar yang cukup menggembirakan mengingat kita saat ini di masa pandemi. Timbal balik kita banyak di rumah akhirnya kami berkesimpulan masyarakat mulai ngeh dengan pasar modal,” kata Dendy kepada awak media, Jumat (23/10/2020).

BEI Sulteng mencatat, dari segi transaksi Kota Palu menjadi terbanyak dengan nilai Rp114 miliar mengungguli Tolitoli sebesar Rp109 miliar per September 2020.

“Dengan jumlah investor di Palu sebanyak 2.415 investor dan di Tolitoli sebanyak 327 investor,” ungakpnya.

Investor kumulatif di Sulawesi Tengah, kata Dendy, mencapai 4.118 investor naik sebesar 1.017 investor atau 32 persen. Sedangkan secara year on year atau dari tahun ke tahun di bulan yang sama, yakni September, mengalami kenaikan sebesar 1.324 atau sekitar 47 persen  dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun transaksi terjadi di September 2020 yakni sebesar Rp305,2 miliar lebih. Angkat tersebut, kata dia, merupakan rekor transaksi tertinggi sepanjang kehadiran KP BEI di Sulawesi Tengah.

“Mengingat ini adalah tahun yang bisa dikatakan cukup berat kita lewati, BEI dalam hal ini terus berupaya melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan kepada investor, calon investor, emiten dan calon emiten serta kepada seluruh stakeholder di pasar modal dengan mengoptimalkan sistem online atau daring dalam setiap kegiatan,” katanya. RHT

Komentar

News Feed