oleh

Tipo Terpilih Kelurahan Percontohan Cegah Perkawinan Anak

SULTENG RAYA – Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi terpilih menjadi kelurahan percontohan dalam Kegiatan Rapat Koordinasi dan Diseminasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak tingkat Kota Palu, Selasa (20/10/2020).

Lurah Tipo, Muin Bahar, mengatakan, Kelurahan Tipo telah melaksanakan beberapa langkah pencegahan perkawinan di usia anak berkerja sama dengan Yayadan Karampuang  serta Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu.

Kumala Digifest

Langkah pertama, yaitu membentuk tim pendata sistem informasi pembangunan berbasis masyarakat, dengan jumlah 13 orang, terdiri dari perwakilan dari setiap RT.

“Pelaksanaan dilakukan selama kurang lebih dua pekan dan dalam hasil pendataan pernikahan usia anak terdapat 12 pasangan telah menikah serta tersebar di beberapa lokasi di Kelurahan Tipo,” jelas Lurah Muin.

Baca Juga :   Selasa Menyapa, BKKBN Bahas Tujuh Dimensi Lansia Tangguh

Kedua, pembentukan kelompok kerja (Pojka) beranggotakan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan forum anak.

Ketiga, pembentukan tim perumusan, terdiri dari lurah, ketua LPM, lembaga adat, tokoh agama dan perwakilan Pokja.

Keempat, tim perumus melakukan kegiatan selama tiga hari dan berkoordinasi dengan DP3A dan Kelima, perumusan hasil kebijakan tim kelurahan melalui workshop telah disepakati perwakilan tokoh masyarakat di Kelurahan Tipo.

“Selain itu, ada pula faktor penyebab perkawinan usia anak yaitu faktor pengawasan orangtua. Faktor ini melibatkan pentingnya peran orangtua dalam mengawasi anak-anak. Kedua, kehamilan tidak direncanakan, biasanya kejadian tersebut dipicu pergaulan. Ketiga, faktor ekonomi,” jelasnya.

Faktor lainnya, kepercayaan masyarakat terhadap nilai ajaran dalam suatu agama, seperti masalah berzina. Kemudian, latar belakang pendidikan dan faktor lokasi.

Baca Juga :   Seminar Demokrasi KPU Palu Bahas Soal Integritas

“Faktor lokasi, di Kelurahan Tipo sebagian wilayahnya berada di daerah gunung atau pinggiran kota, sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab perkawinan di usia anak,” ujarnya.

Guna mewujudkan penurunan pernikahan anak di wilayahnya, pihaknya berencana melakukan kampanye pencegahan perkawinan diusia anak, imbauan setop perkawinan anak.

“Sosialisasi akan dilakukan di setiap pertemuan, baik khusus maupun umum serta pemberlakukan jam malam pada anak,” tuturnya.ULU

Komentar

News Feed