oleh

Libatkan Sejumlah Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri

SULTENG RAYA- Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) telah melakukan International Conference salama dua hari,  melibatkan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri di salah satu hotel di Kota Palu.

Diantaranya melibatkan Universitas Mulawarman, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Pembangunan Nasional Vetran Jakarta, Universitas Teknologi Malaysia Big Data Center, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Putra Malaysia, Malaysia Sabah, Universitas Budi Luhur, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Padang, Universitas Negeri Malang, Universitas Teknikal Malaysia Malaka, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Singa Perbangsa, dan IT-SA University of Colombia.

Selama dua hari itu, dimulai kemarin  Rabu (21/10/2020) dan berakhir hari ini, Kamis (22/10/2020) mengangkat dua tema besar, yakni The 2020 6 Th Internasional Conference on Seience in Information Technology (ICSITech),  The 2020 Internasional Conference on Science in Engineering and Teknologi (ICoSiET).

Baca Juga :   Jelang Pelaksanaan Tatap Muka, SMPN 3 Palu Prioritaskan Persetujuan Orang Tua

Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, ST., MT., M.Sc mengatakan, dua tema besar tersebut berkaitan dengan kondisi saat ini dan akan datang, mengingat banyak hasil penelitian yang telah dilakukan dan  perlu desiminasi atau penyebaran yang lebih luas.

Karena sebagaimana diketahui katanya, perkembangan teknologi informasi itu sangat besat, apalagi saat ini telah memasuki era industrilisasi 4.0, perkembangannya sangat drastis, sehingga perlu saling berbagi informasi perkembangan teknologi informasi itu.

“Kedepan, baik itu bisnis, pekerjaan, maupun pelayanan orentasinya kearah teknologi informasi. Kita kearah pengelolaan data yang besar, kemudian semua industri itu diarahkan untuk otomatis, ini telah menjadi tantangan,”ujarnya.

Katanya, teknologi informasi itu tidak bisa dihindari lagi, sekarang sudah berada di era globalisasi, persaingan alur informasi itu akan sangat besar, pemerintah sendiri katanya telah menargetkan masyarakat harus melek informasi.

Baca Juga :   Tujuh Desember SD Inpres Watusampu Melaksanakan PAS

Begitu juga katanya terkait Science in Engineering and Teknologi, saat ini masyarakat berhadapan dengan perubahan yang cukup besar, banyak tantangan yang harus dipecahkan bersama, seperti pemenuhan energy, karena jika melihat sumber daya energy yang terus menerus menggunakan fosil, itu bisa mengakibatkan polusi yang sangat besar, sementara fosil-fosil itu sendiri juga semakin berkurang.

“Sehingga membutuhkan teknologi baru untuk menghasilkan energy, seperti Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk penemuan energy baru dan sebagainya. Jumlah penduduk juga semakin besar, maka tentu perkembangan teknologi juga pesat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang variatif itu,”jelasnya.

Kemudian jika melihat di Sulawesi Tengah dan Kota Palu khususnya, sangat rawan bencana, tentu ini membutuhkan pengembangan teknologi maupun rekayasa keinsinyuran yang berhubungan mengurangi resiko bencana yang selama ini.

Universitas katanya, menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi, apa yang telah dihasilkan oleh Untad maupun universitas lainnya, perlu dilakukan sering agar saling mengisi, karena jika bekerja sendiri-sendiri itu lambat perkembangannya, sehingga perlu bekerjasama agar apa yang telah dilakukan universitas lainnya dan apa yang telah lakukan oleh Untad bisa saling berbagi, agar perkembangan bisa lebih cepat, kemudian bisa melakukan kerjasama tentang teknologi yang ada.

Baca Juga :   Praktikum Tidak Maksimal Dimasa Pandemi, Akbid Cendrawasih Palu Genjot Pelaksanaan Praktikum Tahun Depan

“Disinilah tempatnya untuk kita saling berbagi informasi dan pengetahuan, agar bisa lebih cepat perkembangannya, sebagaimana tujuan dari kegiatan ini yakni untuk mensejajarkan diri terhadap perkembangan dan inovasi terbaru dalam informasi teknologi,”jelasnya.

Kegiatan ini sendiri dibuka oleh Wakil Rektor IV Untad Palu, Prof. Dr. Amar Akbar Ali., ST., MT serta yang menjadi pembicara utama dalam  International Conference itu adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Johnny G. Plate. ENG

Komentar

News Feed