oleh

DP3A: Perkawinan Usia Anak di Palu Masih Tinggi

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, mengatakan, jumlah perkawinan usia anak di Kota Palu masih tergolong tinggi.

“Berdasarkan data Tahun 2019, jumlah perkawinan usia anak di Kota Palu sebanyak 179 kasus, bahkan kemungkinan masih ada kasus perkawinan  usia anak yang tidak tercatat, terdata  atau terekam. Sehingga, bisa jadi jumlah kasus dapat melebihi jumlah tersebut,” kata Irmayanti Pettalolo, saat memaparkan materi dalam kegiatan Rapat Koodinasi dan Diseminasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak, di salah satu restoran di Kota Palu, Selasa (20/10/2020).

Kumala Digifest

Adapun sebaran kasus perkawinan usia anak yakni, Kecamatan Palu Utara 12 kasus, Kecamatan Palu Timur 26 kasus, Kecamatan Palu Barat 25 kasus, Kecamatan Ulujadi 37 kasus, Kecamatan Mantikulore 28 kasus, Kecamatan Tatanga 8 kasus, Kecamatan Tawaeli 17 kasus dan Kecamatan Palu Selatan 26 kasus.

Baca Juga :   Honda Sulteng Edukasi Safety Riding ‘Pahlawan Itu Selalu #Cari_Aman’

“Dari data tersebut, bisa kita lihat jumlah perkawinan di usia anak terbanyak terjadi di Kecamatan Ulujadi atau lebih tepatnya di Kelurahan Tipo, sehingga dalam kegiatan rapat koordinasi Kelurahan Tipo menjadi kelurahan percontohan untuk penanganan pencegahan perkawinan usia anak,” jelasnya.

Demi menurunkan jumlah perkawinan usia anak, maka beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti DP3A, Dinas Pendidikan, Dinsos, Dinkes dan Disdukcapil melakukan kerja sama dengan membentuk Kelompok kerja (Pokja).

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Asri, mengharapkan dengan adanya rapat koordinasi yang dilaksanakan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang akan menjadi dasar kebijakan daripada Pemerintah Kota Palu dalam mencegah perkawinan usia anak.

Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan DP3A Kota Palu melibatkan sejumlah OPD dan Yayasan Karampuang didukung UNICEF.ULU

Komentar

News Feed