oleh

Tim Terpadu Awasi Mutu di Hypermart PGM

SULTENG RAYA – Tim terpadu terdiri dari SKIPM Palu, Subdit I Ditreskrimsus Polda Sulteng, BPOM Sulteng, Dinas Pangan Sulteng, DKP Sulteng, Disperdagin Kota Palu dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kota Palu, melaksanakan pengawasan mutu dan keamanan hasil perikanan di retail modern Hypermart Palu Grand Mall, Selasa (20/10/2020).

Kasubsi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (Kasubsi Wasdalin) Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palu, Irmawan Syafitrianto, mengatakan, tim terpadu melakukan investigasi terhadap kelengkapan dokumen perizinan, ketelusuran produk, pelabelan, penyimpanan dingin, kondisi sanitasi-higienis sarana atau prasarana, serta pengambilan dan pengujian sampel ikan segar atau olahan segar dan beku.

“Adapun jenis ikan yang diambil sampelnya adalah komoditi yang dominan dijual di Hypermart yaitu ikan fillet patin, fillet salmon, bakso seafood, otak-otak, crabstick, ikan asin,” kata Irmawan Syafitrianto.

Baca Juga :   Hypermart Dukung Social Distancing Melalui Layanan Park & Pickup

Ia menjelaskan, sampel ikan yang diambil tersebut, akan dilakukan pengujian formalin dan organoleptic atau sensori di Hypermart. Sedangkan untuk pengujian  escherichia coli, ALT dan salmonella dilakukan di laboratorium SKIPM Palu. Sementara, untuk uji penegasan formalin dilakukan di laboratorium BPOM Palu.

Selain pengujian laboratorium, kata dia, tim terpadu pengawasan mutu juga melakukan penilaian dan pengamatan terhadap  sarana prasarana serta sanitasi higienis di lokasi pengambilan sampel.

OLAHAN BAKSO TERINDIKASI KANDUNG PENGAWET

Dari lima jenis sampel ikan, yaitu fillet patin, fillet salmon, otak-otak, crabstick dan ikan asin diuji dinyatakan negatif adanya tambahan bahan pangan formalin. Sedangkan untuk produk olahan bakso seafood berdasarkan uji cepat atau test kitt terdapat indikasi mengandung pengawet formalin, sehingga akan dilakukan uji penegasan di laboratorium BPOM Palu

Baca Juga :   Gubernur Longki Panen Raya Padi di Kasimbar

“Uji penegasan, ini dilakukan dengan metode dan alat yang lebih spesifik untuk menentukan apakah senyawa formaldehid bersumber alami pada proses pembusukan atau bersumber dari bahan tambahan pangan. Perlu diketahui, senyawa formaldehid untuk menghambat pembusukan, secara alami sudah ada pada makhluk hidup, sedangkan formaldehid yang digunakan sebagai bahan pengawet atau bahan tambahan pangan dilarang penggunaannya,” jelasnya.

Kegiatan pengawasan pengendalian dan keamanan hasil perikanan, di sentra penyedia pangan sehat merupakan  implementasi  dari instruksi Presiden Nomor 01 Tahun 2017 tentang  Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat.

“Hal itu juga, sesuai dengan yang diamanatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas Hidup Sehat berkewajiban untuk meningkatkan dan memperluas pelaksanaan gerakan memasyarakatkan makan ikan pada masyarakat dan mengawasi mutu dan keamanan hasil perikanan,” ujarnya.ULU

Komentar

News Feed