oleh

Pasca Sidang DKPP, Bawaslu Sulteng Mendadak Pleno Pergantian Ketua

SULTENG RAYA – Bawaslu Sulawesi Tengah tiba-tiba melakukan rapat pleno pergantian ketua, senin (18/10/2020). Dalam rapat pleno yang dihadiri oleh seluruh komisioner Bawaslu Sulteng tersebut, ditetapkan Jamrin sebagai Ketua Bawaslu Sulteng menggantikan Ruslan Husen.

Terkait pelaksanaan rapat pleno pergantian Ketua Bawaslu Sulteng dibenarkan oleh Anggota Bawaslu Sulteng, Zatriawati saat dikonfirmasi media ini, Selasa (20/10/2020).

“Berdasarkan pleno pimpinan, kami memilih pak Jamrin sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Sulteng,”ungkap Zatriawati.

Menurut Zatriawati, pergantian ketua itu berdasarkan usulan anggota ketika ada hal-hal yang dianggap perlu untuk mengganti ketua.

“Posisi ketua ini bisa dijabat oleh siapa saja tergantung hasil pleno. Memang baiknya di kelembagaan, selama satu periode cukup satu ketua, tetapi tidak diatur dalam satu periode harus satu saja, tergantung situasi internal,”jelas Zatriawati.

Baca Juga :   DPRD Sulteng Terima Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Menurut mantan anggota KPU Kota Palu ini, penunjukan Jamrin sebagai Ketua dilaksanakan secara musyawarah dan mufakat. Bahkan Kata Zatriawati, hasil pleno tersebut sudah disetujui oleh Bawaslu RI melalui surat keputusan  dengan nomor: 0358/K.Bawaslu/HK.01.01.X/2020 tentang penetapan Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah.  

Menariknya, pleno pergantian Ketua Bawaslu tersebut dilaksanakan pasca sidang dugaan pelanggaran kode etika penyelenggara pemilihan umum oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di KPU Sulteng, Rabu (14/10/2020) lalu.

“Kami meminta klarifikasi kepada Ruslan, terhadap pernyataannya di sidang DKPP dan juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan selama ini, dan endingnya itu kemudian memutuskan mengganti posisi ketua,”jelas Zatriawati.

Seperti diketahui, dalam sidang DKPP tersebut, Ruslan Husen mengungkapkan sejumlah fakta tentang adanya upaya intervensi yang dilakukan oleh anggota Bawaslu Sulteng dan Bawaslu RI kepada Bawaslu Banggai untuk menerima permohonan sengketa pemilihan yang diajukan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati petahana Herwin Yatim-Mustar Labolo, meski hal itu termasuk objek sengketa yang dikecualikan. WAN

Komentar

News Feed