oleh

Pandemi, OJK Bangkitkan Asa Anak-anak Huntara Akses Pendidikan

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Tengah masih belum menunjukkan grafik penurunan. Bahkan, beberapa pekan terakhir peningkatannya cukup signifikan hingga 300 persen.

Data Senin, 19 Oktober 2020, Pusdatina Covid-19 Sulteng mencatat kasus konfirmasi sudah sebanyak 687 kasus dengan korban meninggal sebanyak 27 kasus dan sembuh sebanyak 449 kasus.

Kumala Digifest

Oleh: Rahmat Kurniawan / Sulteng Raya

 

Di Sulteng, bukan hanya permasalahan pandemi dihadapi. Dua tahun lalu daerah itu, khususnya di Kota Palu Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala menjadi luluh lantak diterjang tiga bencana sekaligus. Ribuan orang bahkan saat ini masih mendiami shelter-shelter pengungsian hunian sementara (Huntara).

Dua bencana itu, memperparah kualitas kehidupan masyarakat. Sektor ekonomi, sektor kesehatan, hingga sektor pendidikan terus menjadi sorotan agar Pemerintah dan lintas sektor terus melakukan perbaikan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah bersinergi dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Sulteng dan stakeholder lainnya seperti Polda Sulteng, Korem 123 Tadulako dan PT Telkom menginisiasi kegiatan mulia berorientasi kepada pemenuhan kualitas pendidikan anak-anak penghuni bilik-bilik huntara di daerah bencana.

Baca Juga :   BSM Area Palu Komitmen Sosialisasikan Fitur e-mas

OJK Sulawesi Tengah mendorong terciptanya fasilitas mengakses pendidikan dengan meresmikan wifi gratis di sejumlah titik huntara dengan nilai kontrak bersama PT Telkom sebesar Rp137,5 juta hingga satu tahun mendatang.

Tidak hanya itu, OJK bersama FK-IJK dan stakeholder lainnya juga memberikan bantuan gawai sebanyak 39 unit kepada peserta didik di Huntara yang benar-benar membutuhkan, khususnya pelajar selama ini tidak memiliki fasilitas tersebut untuk besekolah di masa pandemi. Dengan total nominal Rp42,9 juta.

Kepala Kantor Perwakilan OJK Sulteng, Gamal Abdul ,Kahar mengatakan, niatan tersebut sudah terpikir matang, sehingga eksekusi pemberian akses telah terealisasi.

Ia mengaku cukup prihatin dengan keadaan paserta didik di Huntara. Menurutnya, dua bencana alam dan non alam tersebut sudah lebih dari cukup menggerakkan OJK dan FK-IJK berkontribusi.

Baca Juga :   Pertamina Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Enam Kejari di Sulawesi

Dipilihnya sektor pendidikan karena berangkat dari keresahan tersebut. Sebab, kata Gamal, sangat besar kemungkinan akan lahir seorang pemimpin dan orang-orang sukses lainnya dari bilik Huntara, jika mereka diperhatikan kualitas pendidikannya.

“Banyak kasus orang-orang besar lahir dari daerah yang tidak terduga. Kita tidak boleh menutup asa anak-anak kita tersayang dari huntara. Kalau bekerja keras dan belajar sungguh-sungguh bukan tidak mungkin seorang pemimpin besar akan lahir untuk menggantikan kita generasi tua ini,” kata Gamal saat menyampaikan sambutan pada kegiatan launching bantuan wifi dan smartphone itu di Hutan Kota Palu, Senin (19/10/2020).

Adapun akses wifi diberikan telah dipasang di beberapa titik lokasi, yakni Huntara Petobo  sebanyak tiga access point, huntara Sigi dua access point, Huntara Hutan Kota tiga access point, Huntara Mamboro satu access point dan satu access point di Panti Asuhan Al Hidayah.

Dengan adanya fasilitas smartphone dan wifi gratis, diharapakan anak-anak Huntara penerima bantuan dapat memanfaatkan fasilitas diberikan untuk belajar tentang sektor keuangan, untuk mendorong literasi dan meningkatkan inklusi keuangan.

Baca Juga :   Pertamina Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Enam Kejari di Sulawesi

“Jika sudah paham soal sektor keuangan, anak-anakku bisa bercita-cita untuk meniti karir di perbankan. Terserah dimana, semuanya baik,” ucap Gamal.

Sementara itu, salah seorang anak peserta didik dari Huntara Mamboro, Annisa, mengatakan, bantuan smartphone yang ia terima akan digunakan semaksimal mungkin untuk mengembangkan pengetahuan dan belajar melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan sekolahnya.

Ia berjanji belajar dengan sungguh-sungguh. Apalagi, fasilitas wifi juga telah diberikan. Hal tersebut membuatnya makin bersemangat untuk belajar.

“Selama ini kesulitan, mama papa belikan kuota. Sudah ada wifi, bisa belajar dengan gratis,” katanya.

Ditanya soal cita-cita, Annisa mengatakan ingin menjadi seorang perawat. Ia juga menginginkan menjadi seorang yang tampil melayani nasabah di perbankan.

“Selain jadi perawat, saya ingin jadi kakak-kakak yang ada di bank juga,” katanya sambil tersenyum. ***

Komentar

News Feed