oleh

Dinsos Bersama Satpol PP Bakal Intens Berpatroli

SULTENG RAYA – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu berjanji akan terus menindak para peminta sumbangan beraksi di jalan, termasuk di pesimpangan lampu merah di daerah itu.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Masyarakat Dinsos Palu, Diana Patalau, mengatakan, pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan patroli di sekitar jalanan lokasi para peminta sumbangan.

Kumala Digifest

“Patroli selalu dilakukan untuk mengantisi para peminta sumbangan di jalan-jalan Kota Palu,  agar jumlah peminta sumbangan tidak terus bertambah,” jelas Diana kepada media ini, Senin (19/10/2020).

Para peminta sumbangan itu, kata dia, akan mendapatkan pembinaan dari Dinsos Palu agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.  Kemudian, kata Diana, pengendalian juga tetap dilakukan agar tidak ada lagi peminta sumbangan menjamur di wilayahnya.

Baca Juga :   Pandemi Bukan Halangan Rama dan Krisna Ukir Prestasi

 “Tim kami akan melakukan pengawasan, pengendalian dan juga pengawasan kepada orang-orang yang meminta sumbangan ilegal di jalanan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Trisno Yunianto, menjelaskan berdasarkan Peraturan daerah (Perda) Kota Palu Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), tidak dibenarkan meminta-minta uang dan barang di lampu merah.

“Pasal 21 berbunyi melarang orang atau gelandangan dan pengemis yang tertangkap untuk meminta uang dan barang di lampu merah perempatan, berdalih alasan kemanusiaan, tidak dibenarkan apa lagi kegiatan tersebut tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinsos Kota Palu,” tegas Trisno.

Baca Juga :   Gudang Barang Campuran dan Tiga Rumah Terbakar di Jalan Tanamea

Sementara itu, sesuai Pasal 23 Perda Penanganan Gepeng, bagi gelandang atau pengemiss akan diberikan saknsi tiga bulan kurungan dan denda maksimal Rp3 juta. MG1/ULU

Komentar

News Feed