oleh

IZI Sulteng Bantu Keluarga Korban PHK Akibat Pandemi Covid-19

SULTENG RAYA – Melalui program kemanusiaannya, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tengah menghidupkan asa salah seorang warga Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Adalah Husen, salah seorang warga mendapatkan PHK massal perusahaan tempatnya bekerja sekitar tujuh bulan lalu akibat dampak ekonomi pandemi Covid-19.

Kumala Digifest

Kurang lebih sudah memasuki tujuh bulan lamanya, Husen tidak memiliki pekerjaan. Bahkan, dirinya sudah membuat belasan surat lamaran dan sudah dimasukkan tapi masih belum membuahkan hasil.

“Sudah 15 surat lamaran saya masukkan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi sampai saat ini pun belum ada satupun yang menghubungi,” ujar Husen beberapa waktu lalu.

Saat ini, untuk menghidupi keluarganya, ia bersama sang istri melakukan kerja sama dengan sebuah depot penjualan air galon yang dititip di kediaman mereka. Dengan keuntungan sedikit setidaknya bisa untuk kebutuhan keluarga mereka.

Baca Juga :   Data Perpanjangan Penyaluran Stimulan Tahap II Diserahkan ke BNPB

Nah, IZI Sulteng kemudian memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp500.000 yang diharapkan dapat menjadi modal awal untuk terus mengembangkan usahanya. Dari yang mungkin hanya menitipkan galon dalam jumlah sedikit, melalui dana itu bisa dikembangkan menjadi lebih banyak lagi sehingga Husen dapat meraup keuntungan yang lebih besar.

“Kita kerja sama dengan depot, berhubung di sini cukup jauh dari jalan poros atau tempat jual air makanya kita coba jual di sekitaran kompleks saja dari pada tetangga-tetangga keluar jauh hanya untuk membeli air. Dari depot dulunya titip 20 galon, jadi ketika habis baru datang lagi untuk mengambil galon yg kosong. Tetapi karena dibeberapa tempat juga yang seperti kami makanya jatah galon yang dititip berkurang, jadi tinggal 10 saja.” jelasnya kembali

Baca Juga :   Parah! DPK BPR di Sulteng Belum Cukup Satu Persen

Selain itu, terkadang ada juga rekannya yang membantunya dengan menggunakan jasanya sebagai supir walaupun tidak menentu serta dengan pemberian seikhlasnya dari rekannya.

Jika keadaan terdesak dan membutuhkan sesuatu, hanya keluargalah tempatnya mengadu. Termasuk untuk hidupnya selama ini. Disisi lain mereka juga memiliki anak yang duduk di bangku kelas 1 SD. Dan sudah beberapa bulan juga sempat tertunda pembayaran komitenya.

“Terima kasih banyak pak atas bantuannya, semoga bermanfaat untuk keluarga kami,” kata Husen. RHT

Komentar

News Feed