oleh

Akademisi Menyarankan Pemerintah Subsidi Bahan Bakar Nelayan

SULTENG RAYA – Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan dan Keluatan (STPL) Palu, Yeldi S Adel menyatakan, badai La Nina menerjang seluruh Indonesia termasuk Sulawesi Tengah bakal berdampak pada biaya produksi nelayan ketika melaut.

Menurutnya, dinamika alam khusus di wilayah pesisir dan laut pasti akan mempengaruhi pola adaptasi kehidupan dan aktivitas nelayan selama beberapa bulan ke depan.

Kumala Digifest

“Hal itu berlaku pula pada pola migrasi ikan. Akibat perubahan suhu mempengaruhi upwelling ikan, pergeseran beberapa populasi sepsies ikan ke laut lebih dingin atau panas,” kata Yeldi kepada Sulteng Raya melalui sambungan telepon, Ahad (18/10/2020).

Hal tersebut memaksa nelayan mencari lokasi populasi ikan dua kali lipat dibanding tidak ada badai. Atas pertimbangan kondisi itu, ia memandang Pemerintah harus melibatkan diri dalam proses tersebut, dengan memberikan bantuan bahan bakar dan upaya mitigasi agar nelayan tetap melaut dan menghasilkan tangkapan ikan untuk kebutuhan daerah.

Baca Juga :   BEI Sulteng Ajak Perusahaan Lokal ‘Melantai’ di Bursa

“Pilihannya ada, tetap melaut dengan biaya tinggi terutama pada bahan bakar karena akan mencari fishing ground yang aman, atau tidak melaut dengan konsekuensi akan memperparah kondisi ekonomi nelayan, terutama nelayan penuh,” katanya.

Namun, kata dia, soal produksi hasil tangkapan tetap tergantung dari nelayan, jelas menurutnya, ketersediaan ikan di laut akan banyak, karena pola migrasi ikan tesebut.

“Jadi produksi hasil tangkapan bisa naik dan turun tergantung nelayan. Yang jelas keselamatan nelayan juga harus diperhatikan. Pemerintah harus mengambil langkah tepat, tentu yang kita harapkan adalah langkah adaptif dengan melihat kehidupan atau, kebiasaan nelayan dalam melaut secara menyeluruh,” ucapnya.

Kategori nelayan dalam mencari ikan, kata dia, ada yang menetap atau berpindah pindah dalam menentukan fishing groud, sehingga perlakukan pun harus berbeda.

Baca Juga :   Selasa Menyapa, BKKBN Bahas Tujuh Dimensi Lansia Tangguh

“Mengingat cuaca ekstrim ini kemungkinan tidak akan berjalan lama, maka tentu Pemerintah paling tidak mengantisipasi dengan memberikan dalam bentuk subsidi, tidak harus berbentuk uang, tetapi pada bentuk subdisi barang kebutuhan nelayan, atau subdisi bahan bakar, sehingga bisa mengurangi biaya melaut,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed