oleh

Kampanye Daring Kurang Diminati

SULTENG RAYA – Upaya pemerintah dalam menekan penyebaran covid-19 dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 tampaknya akan semakin sulit. Pasalnya, kampanye dengan motode daring kurang diminati.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abnan, menyebutkan hanya 85 persen dari 270 daerah yang menggelar Pilkada masih menggelar kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas pada 10 hari pertama tahapan kampanye. Sedangkan kampanye daring hanya 14 persen saja dan itu ditemukan di 37 kabupaten dan kota.

Kumala Digifest

“Meskipun telah didorong penggunaannya karena situasi pandemi Covid-19, kampanye daring tetap kurang diminati,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak tahun 2020 secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga :   BBTNLL Lakukan Pemulihan Ekosistem dengan Mekanisme Alam

Berdasarkan hasil analisa, Bawaslu menemukan kampanye daring minim diselenggarakan karena beberapa kendala, Diantaranya, jaringan internet di daerah yang kurang mendukung, keterbatasan kuota peserta dan penyelenggara kampanye, keterbatasan kemampuan penggunaan gawai peserta dan penyelenggara kampanye.

Lanjut Abhan, keterbatasan fitur dalam gawai juga mendorong masyarakat enggan mengikuti kampanye daring. Sehingga, hanya beberapa masyarakat saja yang mengikuti kampanye tersebut.

“Karena keterbatasan fitur dalam gawai untuk mengikuti kampanye daring, sehingga hanya diikuti oleh sedikit peserta kampanye,” jelasnya.

Sementara itu, dalam pelaksaan tahapan kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada 3.259 kampanye dilakukan secara tatap muka atau pertemuan terbatas. Melihat situasi itu, Plh Ketua KPU, Ilham Saputra, mengatakan perlu adanya dorongan melaksanakan kampanye dengan metode daring

Baca Juga :   Parah! DPK BPR di Sulteng Belum Cukup Satu Persen

“Situasi ini menjadi catatan kita agar bersama-sama mendorong  kampanye metode daring harus lebih diutamakan lagi,” ujarnya. 

Olehnya itu, Ilham mengajak kepada seluruh KPU Kabupaten dan Kota yang menyelenggarakan Pilkada agar masif dan besar besaran mensosialikasikan kampanye secara daring kepada calon kepala daerah.

“Sosialisasi kampanye daring harus massif dilakukan,” jelasnya. RAF

Komentar

News Feed