oleh

Pemkab Harapkan Pelaku Perjalanan Parigi – Palu Bebas Rapid Test

SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) berharap persyaratan hasil rapid test bagi pelaku perjalanan dari  Parigi Moutong menuju Kota Palu dikecualikan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Parmout, Badrun Ng gai kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, di ruang kerja Gubernur Sulteng, Kamis (15/10/2020).

Kumala Digifest

“Persyaratan itu diharap dikecualikan bagi pelaku perjalanan dari Parigi menuju Kota Palu,” ucapnya.

Pengecualian itu bukan tanpa alasan. Dengan mempertimbangkan kedua wilayah berdekatan dan terhubung dalam satu sistem sosial ekonomi dan infrastruktur atau aglomerasi, maka dipandang perlu ada pengecualian terkait persyaratan hasil rapid test terakhir yang semula wajib dipenuhi.

Menurut Wabup Badrun Nggai, beberapa pegawai yang bekerja di Kota Palu banyak bertempat tinggal di wilayahnya. Sehingga, perlu adanya pelonggaran persyaratan lintas wilayah tersebut.

Baca Juga :   Puluhan Guru dan Kepsek Ikut Seleksi Substansi Cawas Sekolah

“Pegawai-pegawai yang kerja di Palu banyak yang tinggal di Parigi. Jadi kiranya ada kemudahan-kemudahan,”  katanya.

Adapun kelonggaran yang dimaksud, yakni  pelaku perjalanan cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memeriksa kesehatan di pos perbatasan yang berlokasi di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. 

Menyikapi hal itu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menyampaikan bahwa kewenangan melonggarkan persyaratan lintas wilayah berada di tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu.  

“Kewenangan untuk melonggarkan ada ditangan Pemkot Palu,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng telah menetapkan wajib PCR Swab bagi semua pelaku perjalanan dari luar provinsi yang akan masuk ke wilayah Sulteng. Sedangkan untuk perjalanan antar kabupaten dan kota, diatur oleh pemerintah masing-masing wilayah.

Baca Juga :   Puluhan Guru dan Kepsek Ikut Seleksi Substansi Cawas Sekolah

Terkait persyaratan PCR Swab, kata Gubernur Longki, kemungkinan akan dievaluasi dalam satu hingga dua minggu ke depan. Apabila kasus covid-19 melandai, dimungkinkan PCR akan cabut.

“Persyaratan PCR swab kemungkinan akan dicabut jika ketambahan kasus positif tidak signifikan lagi,” jelasnya.  RAF

Komentar

News Feed