oleh

DKP Minta Pemkab Berikan Langkah Mitigasi ke Nelayan

SULTENG RAYA – Badai la nina saat ini tengah menerjang Indonesia tidak terkecuali Sulawesi Tengah. Hal ini membuat curah hujan akan meningkat 40 persen dibanding biasanya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) akan mengambil tindakan cepat, berkoordinasi dengan dinas kelautan di kabupaten dan kota untuk memberikan pemahaman, upaya mitigasi nelayan khususnya nelayan tradisional agar bisa tidak melaut di waktu-waktu tertentu.

“Upaya kita, seluruh dinas akan kita surati melakukan antisipasi dini,” kata Kepala DKP, Arif Latjuba dalam acara Podcast Ini Palu, Rabu (14/10/2020).

Hal tersebut bertujuan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, badai la nina saat ini sudah berlangsung dan diprediksi menemui puncaknya pada Desember 2020.

Baca Juga :   Varian Baru All New NMAX 155 Connected Resmi Meluncur

“Ini memang memiliki potensi pengurangan produksi atau tangkapan nelayan. Namun ini kan hanya ada di momen-momen badai datang, tidak setiap hari. Nah, peran pemerintah harus jadi mitigator, sebagai alarm kepada nelayan,” katanya.

Selain nelayan tradisional, Kadis Arif juga menekankan imbauan kepada nelayan dengan kapal tangkap ikan kapasitas besar melalui koordinasi dengan kepala-kepala pelabuhan.

“Kalau ada alarm untuk itu, mereka (pihak pelabuhan) bisa segera mengingatkan kapal dengan muatan tonase besar. Kalau bisa ditahan dahulu dokumen-dokumen mereka sebagai legitimasi menangkap ikan. Itu untuk kebaikan juga,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed