oleh

Bantuan Pemerintah Sebaiknya Dipakai untuk Modal Usaha

SULTENG RAYA – Pemerintah pusat selama masa pandemi telah mengeluarkan berbagai kebijakan berupa bantuan kepada masyarakat. Namun, mindset konsumtif dinilai masih menjadi satu kendala dan harus dihilangkan dari pemikiran masyarakat.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Irfa Ampri mengatakan bahwa masyarakat Sulteng harus mulai berpikir produktif memanfaatkan akses bantuan yang diberikan pemerintah salah satunya dengan memutar dana bantuan untuk mengembalikan usaha bahkan membuat usaha dari dana yang ada.

Kumala Digifest

Sebab menurutnya, pengelolaan dana yang bersifat produktif akan berimplikasi kepada daya masyarakat dalam merespon krisis perekonomian yang saat ini terjadi akibat Covid-19.

“Kita berharap sebenarnya , dana yang diterima seperti Banpres, Prakerja, BLT dana desa, stimulus untuk debitur perbankan dan masih banyak lagi. Itu mereka harus berpikir pengembangan usaha, walaupun kita tahu kita mengalami kesulitan ekonomi,” katanya kepada Sulteng Raya, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga :   Pertamina Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Enam Kejari di Sulawesi

Saat ini, kata dia, pemerintah telah mempersiapkan sebanyak Rp695 triliun yang dilebur dalam berbagai bantuan-bantuan dengan tujuan menggairahkan perekonomian. Namun, akan sulit rasanya jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat menghilangkan sifat konsumtif tersebut.

“Kita coba dorong masyarakat dengan intervensi dalam PEN. Kalau yang memiliki usaha mikro terdampak, usaha mereka bisa kembali jalan dengan bantuan itu,” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap memberikan optimisme tinggi untuk bangkitnya perekonomian daerah. Menurut kacamata Kakanwil Irfa Ampri, kondisi perekonomian Sulteng akan membaik yang dibuktikan dengan beroperasinya berbagai sektor.

“Kuartal III secara statistik sudah mulai menggeliat, kemarin pekerja yang dirumahkan sudah mulai dipanggil kembali. Intervensi kartu prakerja juga masih ada,” tuturnya.

Baca Juga :   BSM Area Palu Komitmen Sosialisasikan Fitur e-mas

Olehnya, dirinya meminta masyarakat juga tetap mengawal dan banyak melakukan literasi terkait kebijakan-kebijakan teraktual pemerintah . Bahkan, pihaknya sangat menerima jika ada masukan-masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan kebijakan.

“Kita saat ini nggak bisa banyak melakukan sosialisasi secara tatap muka. Kita coba sosialisasi melalui media sosial. Kita berharap masyarakat juga harus menilai kami, karena kami akan terus mencoba menjelaskan berbagai macam kegiatan,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed