oleh

25 Peminta Sumbangan ‘Ilegal’ di Palu Terjaring Razia

SULTENG RAYA – Tim gabungan terdiri dari Satpol PP Kota Palu, Dinas Sosial Kota Palu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, lurah beserta Satgas K5, melakukan razia para peminta sumbangan di sejumlah persimpangan jalan di Kota Palu, Selasa (13/10/2020).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Trisno Yunianto, mengatakan, para peminta sumbangan itu ternyata tidak memiliki surat izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Menurutnya, untuk meminta sumbangan kepada masyarakat secara berkelanjutan di jalan, apa lagi sumbangan kemanusiaan, seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Pemerintah Kota Palu atau Dinas Sosial.

Kumala Digifest

“Saat razia, kurang lebih 25 orang terjaring razia dan diberi surat pernyataan untuk tidak melakukan aksi meminta sumbangan, apa lagi tanpa izin kepihak Dinas Sosial. Sementara itu, lokasi razia dilaksanakan di perempatan dan lampu merah wilayah Lolu Utara, Lolu Selatan  dan Besusu Tengah,” kata Trisno Yunianto, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga :   Gubernur Ajak Meniru Kepribadian Rasulullah SAW

Hal itu berdasarkan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Selain itu, dalam pasal 21  Perda tersebut , melarang orang melakukan gelandangan dan pengemis.

“yang tertangkap tadi atau mereka yang meminta uang dan barang dilampu merah perempatan , berdalih alasan kemanusian, tidak dibenarkan apalagi kegiatan tersebut tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinas Sosial Kota Palu,” katanya.

“Bahkan, dalam pasal 23 Perda dimaksud bagi gelandangan dan pengemis akan diberikan sanksi tiga bulan kurungan dan  denda maksimal Rp3 juta,” ucapnya.

Umumnya, kata dia, para peminta sumbangan berhasil dirazia beberapa berasal dari luar daerah, tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak mempunyai tempat tinggal  jelas, sehingga dapat dikategorikan sebagai gelandangan.

Baca Juga :   PKB/PLKB Berperan Penting Edukasi Masyarakat 3M

“Saat ini, memang tim gabungan masih memberi teguran kepada mereka dengan membuat surat pernyataan, namun jika mereka  kedapatan tetap melanggar, maka akan dilakukan rehabilitasi sosial,”jelasnya.ULU

Komentar

News Feed