oleh

Aksi Penolakan Omnibus Law Di Palu, Diiringi Salawat dan Salat Berjemaah

SULTENG RAYA – Aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law di Palu kembali terjadi, kali ini aksi damai yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Sulawesi Tengah diiringi dengan bersalawat dan salat zuhur berjemaah bersama aparat kepolisian setempat, Selasa (13/10/2020).

Aparat kepolisian berhasil merangkul para mahasiswa untuk bersama-sama bersalawat dan menerima ajakan salat zuhur bersama.
Aksi damai ini juga disertai oleh hadirnya perwakilan DPRD Sulteng ditengah-tengah mahasiswa dan anggota Polri.

Sontak, pemandangan teduh ini seolah menjadi penyejuk bagi masyarakat sekitar setelah pada unjuk rasa sebelumnya pada Kamis (8/10/2020) sempat mengalami gesekan alias ricuh.
Beberapa personil Brimob Sulteng yang hadir ditengah-tengah mahasiswa pengunjuk rasa turut juga mengikuti kegiatan salawat hingga salat dan doa bersama.

Baca Juga :   DJPb Sulteng Serahkan Dokumen DIPA ke Pemprov Sulteng

“Saya sangat mengapresiasi aksi mahasiswa dari PMII ini,” ujar Wadansat Brimob Polda Sulteng, AKBP Denny Jatmiko.

“Kita sangat menyambut aksi damai seperti ini. Intinya Polri siap melayani. Semoga aksi ini menginspirasi bahwa aksi damai itu lebih baik dan sikap anarkis hanya akan merugikan diri sendiri, masyarakat maupun lingkungan,” tambahnya.

 

Kegiatan aksi damai itu, ditutup dengan diskusi terbuka antara pihak mahasiswa dan perwakilan DPRD di lokasi salat berjemaah di Jalan Sam Ratulangi.

Sebelumnya, aksi yang sama juga dilakukan pada aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Senin (12/10/2020) siang di simpang empat Jalan Sam Ratulangi-Jalan Jenderal Sudirman.

Baca Juga :   Lagi, 69 orang Terjaring Operasi Yustisi

Meski di bawah terik matahari, Kepolisian dan mahasiswa tampak terlihat mendirikan salat zuhur secara berjamaah yang dipimpin langsung Direktur Sabhara, AKBP Barliansyah dan juga diikuti Kabid Propam Polda Sulteng, AKBP Ian Rizkian Milyardin, dengan hanya beralaskan spanduk bekas.

Sambil menunggu negosiasi para perwakilan berbagai lembaga masing-masing universitas di Kota Palu bersama anggota DPRD Provinsi Sulteng, para pengunjuk rasa terus-menerus berorasi secara bergantian.

Barisan barikade Kepolisian yang berada dibalik kawat duri, yang dibentangkan di perempatan antara Jalan Samratulangi, Cikditiro, Hj. Hayun, dan Jenderal Sudirman itu tetap bersiaga dengan alat lengkapnya.

Bahkan, Kepolisian yang bersiaga pun dilengkapi dengan peralatan untuk menangani aksi massa seperti Flass Ball, dua unit mobil Water Canon, anjing pelacak milik satuan Sabhara Polda Sulteng. */YAT

Komentar

News Feed