oleh

Untad Berlakukan Pembatasan Aktivitas dengan Skala Terbatas

SULTENG RAYA- Terhitung kemarin, Senin 12 sampai 25 Oktober 2020, Universitas Tadulako (Untad) menerapkan pembatasan aktivitas dengan skala terbatas, hal tersebut tertuang dalam surat edaran Rektor Nomor: 6420/UN28/SE/2020 tentang perpanjangan upaya pencegahan penyebaran/penularan virus corona (Covid-19) di Universitas Tadulako.

Dalam surat edaran itu, menguraikan bahwa sistem pelaksanaan pekerjan/kegiatan yang membutuhkan kehadiran di kampus bagi Aparatur Sipil Negara, tenaga kepedidikan, tenaga kontrak/honorer, dapat dilakukan penjadwalan/piket/shift, pembatasan staf yang masuk kerja/Work From Office (WFO) sebanyak 50 % setiap hari kerja dan 50 % lainnya melaksanakan Work From Home (WFH) sesuai Surat Tugas pimpinan unit kerja masing-masing, serta selalu senantiasa menjaga kewaspadaan untuk pencegahan Covid-19 sesuai dengan protokol/panduan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sementara bagi pejabat tugas tambahan, maupun pejabat struktural (Karo, Kabag dan Kasubag) diwajibkan hadir setiap hari kerja, dalam rangka pelaksanaan tugas serta memastikan kelancaran pelayanan di masing-masing unit kerja.

Baca Juga :   Peringati Hari Disabilitas Internasional 2020, Nasyiatul Aisyiyah Sulteng Gelar Pertunjukan Anak Istimewa

Dosen/tenaga pendidik sepenuhnya melakukan pekerjaan di tempat tinggal masing-masing (Wark From Home) dengan tetap menjaga kelancaran pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Oleh karena itu, pimpinan fakultas diminta untuk mengatur sistem kerja sesuai dengan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki, agar pelayanan tetap terlaksana dengan baik,”urai Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz., MP dalam surat edarannya, tertanggal 9 Oktober 2020.

Untuk memastikan keamanan kampus dari penyebaran virus asal Wuhan Tiongkok itu, akses keluar-masuk kampus melalui pintu utama (pintu gerbang), bagi dosen, pegawal, mahasiswa serta masyarakat lainnya yang akan memasuki area kampus, diatur oleh petugas keamanan (Polsaka dan Security), sesuai standar Covid-19 (menggunakan masker, mengukur suhu tubuh maksimal 38 Celcius dan sebagainya). “Bagi mereka yang tidak memenuhi standar Covid dimaksud, tidak diperkenankan untuk masuk ke area kampus,”tegas rektor.

Baca Juga :   Jelang Pelaksanaan Tatap Muka, SMPN 3 Palu Prioritaskan Persetujuan Orang Tua

Hal yang sama kata rektor, aktivitas kegiatan mahasiswa di dalam kampus selama masa pembatasan ini ditunda untuk sementara waktu, dikecualikan bagi mahasiswa yang akan mengurus penyelesaian studinya.

Namun disisi lain, mahasiswa tetap wajib mengikuti aktifitas akademik, termasuk diantaranya perkuliahan, tutorial, seminar, bimbingan skripsi, dan ujian akhir, melalui sistem daring (online) dari tempat tinggal masing-masing.

Sementara aktivitasnya yang lain, seperti aktivitas praktikum dan atau skill ditunda. Namun apabila tidak dapat ditunda maka dapat diganti dengan bentuk lain. “Semua aktivitas non-akademik di dalam kampus untuk sementara ditiadakan,”ungkap rektor.

Selanjutnya kata rektor, khusus petugas keamanan dan petugas kebersihan tetap bekerja seperti biasa, sesuai dengan sistem penjadwalan piket/shift dan selalu menjaga kewaspadaan untuk pencegahan Covid-19 sesuai dengan standar protokol/panduan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah. ENG

Komentar

News Feed