oleh

Langgar Prokes Berulang, Izin Usaha Bakal Dicabut

SULTENG RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengancam akan mencabut izin usaha yang berulang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Penegasan itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Palu, Trisno Yunianto, lantaran masih banyaknya ditemukan pelaku usaha langgar prokes.

Kumala Digifest

“Malam ini (Sabtu, 3 Oktober 2020 malam), kita langsung berikan teguran tertulis kepada para pelaku usaha agar memperhatikan kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Kasat Trisno saat melaksanakan operasi yustisi penegakkan aturan protokol kesehatan (prokes) bersama tim gabungan terdiri dari apparat TNI dan Polri Sabtu (3/10/2020) malam.

Menurutnya, bila pelaku usaha tidak mengindahkan surat teguran, maka Pemkot Palu bakal melakukan tindakan tegas hingga pencabutan izin usaha.

Baca Juga :   BEI Sulteng Ajak Perusahaan Lokal ‘Melantai’ di Bursa

“Apabila pihaknya turun lagi melakukan operasi Yustisi dan para pelaku usaha tidak memenuhi protokol kesehatan, maka Pemerintah Kota Palu tidak segan-segan melakukan pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, tim gabungan operasi yustisi penegakkan aturan prokes menyasar usaha seperti kafe, restoran, rumah makan dan tempat-tempat karaoke.

Hasilnya, banyak pelaku usaha yang belum mematuhi prokes, seperti menjaga jarak antarkonsumen, penggunaan masker serta pelaku usaha belum melakukan rapid test bagi para karyawannya.

“Operasi ini akan terus dilakukan hingga bulan Desember 2020 mendatang, sebagai upaya mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 di Kota Palu,” ucapnya.  

Sementara itu, secara terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said, mengatakan, operasi yustisi capaiannya bukan seberapa banyak orang diberikan sanksi sesuai Peraturan Wali Kota Palu Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Namun, kata dia, goal ingin dicapai dari operasi yustisi itu adalah kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes bisa meningkat. Pada akhirnya, mampu mencegah penyebaran Covid-19 di daerah itu.

Baca Juga :   Disperdagin Palu Dorong IKM Lebih Kreatif dan Inovatif

“Operasi ini (yustisi) adalah edukasi meminta dengan segala hormat kepada masyarakat Kota Palu agar mentaati apa yang menjadi protokol kesehatan. Kita harap angka Covid-19 di Kota Palu menurun,” kata Sigit.

Sebagai informasi tambahan, berdasakan update Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulteng per Ahad (4/10/2020), total pasien terkonfirmasi positif berhasil diidentifikasi di Kota Palu kini dalam perawatan sebanyak 70 orang. HGA

Komentar

News Feed