Perekat Rakyat Sulteng.

Drive Unlimited Way

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Parmout Kembangkan Udang Vaname Berkualitas Ekspor

0 68

SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) mengembangkan budidaya udang vaname yang berkualitas ekspor dengan menggunakan teknologi intensif yang ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, Efendi Batjo di Parigi Rabu (12/2/2020) mengatakan pengembangan budidaya udang dengan menggunakan teknologi intensif sangat potensial untuk meningkatkan kualitas produksi, di samping itu hemat biaya.

“Budidaya udang vaname menggunakan teknologi intensif baru dijalankan dua perusahaan yang bergelut di bidang perikanan, dan hasil produksi mereka akan dikirim ke Pulau Jawa sebelum diekspor,” ungkap Efendi.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong memperkirakan produksi udang vaname per hektar dengan penggunaan teknologi itu mampu menghasilkan 25 hingga 30 ton udang per siklus panen dibanding pengelolaan tambak tradisional.

Menurut dia, penerapan teknologi budidaya udang vaname tersebut sangat potensial menopang pertumbuhan produksi komoditas perikanan itu di Parigi Moutong.

“Produk komoditas udang Parigi Moutong ini banyak dilirik pasar, terbukti dua invenstor sudah berinvestasi untuk pengembangan budidaya perikanan ini, dan tahun ini kegiatan budidaya menggunakan teknologi intensif mulai berproduksi,” ujar Efendi.

Ia mengatakan produk udang Parigi Moutong menyasar semua segmen pasar hingga ekspor, sebab udang vaname ini merupakan komoditas perikanan yang mendapatkan permintaan di pasaran dengan stok tanpa batas.

Kepala Bidang Usaha Budidaya Dinas Perikanan Parigi Moutong Made Kornelius menyebutkan usaha budidaya udang vaname dengan penerapan teknologi intensif saat ini baru dikembangkan PT Esaputli Pratama di Desa Tomoli Kecamatan Toribulu dengan luas lahan sekitar 16,5 hektare, dan PT Aquacultera Prima di Desa Sijoli Kecamatan Moutong seluas 250 hektare. 

Made menjelaskan, target produksi budidaya udang dengan teknologi intensif ini sekitar 25 hingga 30 ton per hektar dengan padat tebar benih (benur) 200 hingga 300 ekor per meter per segi.

“Sejalan dengan itu kami bersama pihak perusahaan tersebut juga terus melakukan pendampingan terhadap pengelola tambak rakyat untuk meningkatkan produksi tambah mereka,” ujarnya.

Menurut dia, tahun 2019 budidaya udang vaname di Parigi Moutong dengan pola tradisional mencapai produksi sekitar 4.885 ton lebih dengan luas tambak 7.189 hektare dari luas potensi lahan 10.816 hektare. Dengan kehadiran teknologi intensif ini diperkirakan produksi udang tersebut akan meningkat secara signifikan. ANT

Balas

Email tidak akan dipublikasikan