Perekat Rakyat Sulteng.

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Drive Unlimited Way

Masa Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 24 April 2020

0 63

SULTENG RAYA-Semakin meningkatnya penyebaran corona virus (Covid-19) ditingkat nasional, bahkan sudah ada satu orang warga Kota Palu yang dinyatakan positif terinveksi, pemerintah Kota Palu mengambil sikap dengan memperpanjang masa belajar di rumah peserta didik hingga tanggal 24 April 2020.

Hal itu tertuang dalam surat edaran Walikota Palu, Hidayat,  Nomor: 005 / 1187 / Dikbud / 2020, tetanggal 26 Maret 2020, dan mengacu pada surat edaran Gubernur Sulteng Nomor : 423.7/165/DIS.DIKBUD tertanggal 26 Maret 2020.

Dalam surat edaran Walikota tersebut, menyebutkan jika situasi dan kondisi pandemi virus corona berkurang penyebarannya secara medis, maka akan dikeluarkan kebijakan selajutnya. Sementara belajar dari rumah melalui pembelajaran daring / jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas dan kelulusan.

Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19, aktifitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antara siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, dengan mempertimbangkan ketersediaan akses / fasilitas belajar dirumah.

“Bukti atau produk aktifitas belajar di rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru,  tanpa diharuskan memberi skor/ nilai kuantitatif,”bunyi surat edaran itu.

Sementara Ujian Sekolah ( US) untuk kelulusan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut, US untuk kelulusan  dalam bentuk test yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran walikota.

US dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai raport dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, test daring, dan / atau bentuk asassement jarak jauh lainnya ( penilaian karakter dan kedisiplinan belajar dari rumah), Ujian sekolah dirancang untuk mendorong aktifitas belajar yang bermakna,dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah berlaku ketentuan, Kelulusan Sekolah Dasar ( SD) /Sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir ( Kelas 4, Kelas 5, dan Kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan, Kelulusan  Sekolah Menengah Pertama ( SMP) / Sederajat ditentukan berdasarkan nilai 5 semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Sementara kenaikan kelas dalam Ujian akhir semester mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum tertibnya surat edaran walikota.

Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, test daring, dan / atau bentuk asassement jarak jauh lainnya, Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas  dirancang untuk aktifitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh, dan Khusus kenaikan kelas 5 di persyaratkan kelulusan tambahan jam pelajaran agama ( PJPA ) bagi semua agama. ENG

Balas

Email tidak akan dipublikasikan