Perekat Rakyat Sulteng.

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Kebutuhan Ikan Air Tawar di Palu 5 Ton Sehari

0 65

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba, menyatakan, kebutuhan ikan air tawar di Kota Palu sangat tinggi.

Hal itu menunjukkan tren positif minat masyarakat dalam mengkonsumsi ikan air tawar. Ia memperkirakan kebutuhan ikan air tawar di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 5 ton per hari.

“Kebutuhan ikan  air tawar (nila, lele, mas) di kota Palu diperkirakan sebesar 5 ton setiap hari. Terdistribusi diberbagai rumah makan, pasar tradisional, hotel. Itu sangat positif,” kata Moh Arif dalam keterangan tertulisnya kepada Sulteng Raya, Senin (9/3/2020).

Peningkatan minat masyarakat mengonsumsi ikan air tawar sejalan dengan program DPK Sulteng. Menurutnya, pihaknya memang berkomitmen untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, khususnya ikan air tawar yang selama ini menjadi salah satu alternatif ketika harga ikan laut melonjak naik.

Salah satu cara mewujudkan program tersebut, melalui upaya mendorong para pelaku budidaya. Ia optimis, angka konsumsi ikan air tawar akan terus bertambah, bukan hanya di Kota Palu tetapi di seluruh daerah di Sulteng.

Ia juga mengajak bagi masyarakat untuk mencoba melakukan usaha bergerak dibidang perikanan. Hal itu disebabkan potensi pasar sangat terbuka lebar untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usahanya dan potensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami telah memberikan pelatihan pengolahan ikan berupa pelatihan pembuatan bakso ikan dan Ikan bandeng bebas duri (BABERI) sebagai wujud perealisasian program kami untuk pemberdayaan,” kata Kadis.

Menurut Kadis Arif, gerakan konsumsi ikan tawar adalah salah satu prioritas untuk menurunkan angka stunting. Sebab, ikan air tawar memiliki nutrisi yang sangat mendukung untuk penerapan pola hidup sehat dibandingkan denga ikan laut.

“Daerah-daerah Sigi dan Parigi Moutong menjadi sentra pertumbuhan. Kami mendorong daerah lain seperti Toli-toli, Buol untuk menggalakkan mengkonsumsi ikan, peningkatan konsumsi per orang,” tuturnya. RHT

Balas

Email tidak akan dipublikasikan