Perekat Rakyat Sulteng.

Drive Unlimited Way

Drive Unlimited Way

Hasto: BKKBN Harus Kompak ‘Perangi’ Wabah Corona

Kerahkan Pkb/Plkb Hingga Kader Sukarelawan

0 109

SULTENG RAYA – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo berpesan kepada seluruh jajaran BKKBN di seluruh Indonesia untuk kompak ‘memerangi’ wabah corona.

“Tadi (kemarin) kami melakukan bertatap muka menggunakan aplikasi talkfusion dengan pak Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, beliau berpesan agar seluruh jajaran BKKBN di Indonesia untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran corona di Indonesia,” kata Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulteng, Maria Ernawati kepada Sulteng Raya, Kamis (26/3/2020).

Ia mengatakan, Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo menginstruksikan agar mengoptimalkan peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan kader sukarelawan serta mobil unit penerangan se-Indonesia untuk terus siaga hadapi wabah Covid-19.

“Beliau (Hasto Wardoyo) berpesan kepada Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB dan Kader sukarelawan untuk tetap berkarya dan berkontribusi dalam ‘Memerangi’ wabah COVID-19,” katanya.

Berdasarkan data secara Nasional, BKKBN memiliki tenaga lini lapangan mencapai 23.000 orang bertugas secara formal sebagai PKB/PLKB dan serta kader sukarelawan hingga 1 juta kader.

“Kita sendiri di Sulteng, memiliki PKB/PLKB sebanyak 840 orang serta kader sukarelawan di semua desa dan kelurahan se-Sulteng dengan total 2017 orang. Semuanya sudah kita arahkan untuk mengedukasi masyarakat ‘memerangi’ Covid-19, dalam bentuk promosi-promosi yang mampu mengubah perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19,” kata Erna, sapaan akrab Maria Ernawati.

Arahan Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, kata dia, PKB/PLKB diminta menggandeng kader-kader untuk membentuk sistem seperti Multi Level Marketing (MLM).

“Beliau (Hasto Wardoyo) menginstruksikan setiap Penyuluh KB/PLKB baik PNS dan Non PNS agar membuatkan group sebanyak-banyak dengan kader dan masyarakat sebagai media untuk mengedukasi cara pencegahan terhadap COVID-19,” ucapnya.

Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB juga dapat memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan kegiatan pertemuan di wilayahnya. Apabila terpaksa dilaksanakan pertemuan, tetap menjaga jangkauan jarak interaksi antar individu sesuai dengan ketentuan prosedur kewaspadaan COVID-19, yaitu minimal 1 meter atau disarankan 1,8 meter.

“Selain itu, menjalankan aksi delapan fungsi keluarga (agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan, Red). Dengan setiap keluarga melaksanakan aksi delapan fungsi keluarga serta sesuai anjuran Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dirumah, maka dapat diharapkan dapat meminimalisasi penyebaran Covid-19, khususnya di dalam unit terkecil masyarakat, yakni keluarga,” jelasnya.

 

PROGRAM TETAP JALAN

Tidak dapat dipungkiri, angka kasus perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi  (Pusdatina) Covid-19 Sulteng, per Kamis (26/3/2020) kemarin, sudah ada 1 kasus ditemukan di Kota Palu positif Covid-19.

Kondisi itu menimbulkan kepanikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain, peran Pemerintah juga tidak boleh terhenti.

“Pesan pak Kepala (Hasto) Program Banggakencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) tetap harus dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat dengan tetap menaati prosedur pencegahan baik bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.

 

Mupen HARUS DIMANFAATKAN

BKKBN dibantu lembaga non pemerintah JHCCP juga akan mengembangkan konten-konten yang efektif untuk digunakan para Penyuluh KB/PLKB dalam mengedukasi kader dan masyarakat.

Selain melalui media daring, sosialisasi juga dapat dilakukan melalui mobil unit penerangan (Mupen) yang sudah diberikan kepada perangkat Dinas KB di kabupaten dan kota se-Indonesia. Mobil untuk kegiatan penyuluhan langsung ke masyarakat itu, merupakan salah salah satu bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat ke pemerintah daerah.

“Gunakan juga Mupen untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Sinergikan dengan pihak kepolisian dan juga tenaga kesehatan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat akan pentingnya melakukan social distancing, sebagai bentuk partisipasi masyarakat,” ucapnya menirupkan instruksi Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo. HGA

Balas

Email tidak akan dipublikasikan