Perekat Rakyat Sulteng.

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Drive Unlimited Way

Civitas Akademika Unisa Palu Berduka

Rekan Diskusi Kritis Itu Berpulang ke Rahmatullah

0 44

SULTENG RAYA- Kampus Unisa Palu Sabtu (21/3/2020) diselimuti kabut duka mendalam, seorang dosen senior Fakultas Perikanana Dr. Ir. Ivon Iskandar Bin Mahi Hi Husen , S.Pi.,SE.,MM.,M.Si telah berpulang ke rahmatullah untuk selama-lamanya.

Pria kelahiran Palu, 12 Desember 1963 itu telah meninggalkan seorang istri Ir Yuti Idrawati dan dua orang putri Aisyah  H Salsabila dan Alya Magfirah. Beliau selama ini dikenal sebagai orang yang baik oleh rekan-rekan sejawatnya, dan telah banyak menghabiskan hidup di dunia akademisi sebagai seorang dosen di kampus warisan dari Guru Tua itu, sekaligus beliau adalah alumni Fakultas Perikanan angkatan 1994.

Rektor Unisa Palu, Dr Umar Alatas mengaku sangat terpukul dan berduka atas kepergian Almarhum, mengingat selama ini beliau adalah salah satu rekan diskusi yang cukup baik, karena memiliki pikiran yang sangat kritis.

Kritis kata rektor harus selalu dimaknai sebagai positif dan perbaikan bukan negatif, karena dengan itulah akan membuka cakrawala berpikir seseorang jika menerima kritikan yang sifatnya membangun.  “Saya kenal baik beliau, selain sebagai rekan diskusi juga adalah dosen saya di Perikanan saat menjadi dekan di sana, tentu sangat kehilangan, pak Ivon itu orang yang baik, punya dedikasi yang tinggi di dunia akademisi,”kata Rektor, Ahad (22/3/2020).

Rektor berharap, apa yang telah Almarhum persembahkan dalam bentuk dedikasi yang tinggi di dunia perguruan tingggi, khususnya kampus Unisa Palu dan Fakultas Perikanan menjadi amal jariah. “Apa yang sudah beliau lakukan selama ini, yang didedikasikan untuk mendidik mahasiswa, itu bermanfaat dan segala amal ibadahnya akan menjadi amal jariah,”harap rektor.

Rektor menguraikan sedikit diri seorang Ivon, bahwa almarhum selama ini dikenal dikalangan kampus Unisa Palu sebagai manusia haus akan ilmu pengetahuan, bahkan rektor menyebut kemungkinan itu adalah bagian dari hobi alumni S3 IPB itu, mengingat hobi mengenyam pendidikan sudah menjadi kebiasaan, dimana S1 saja dapat dua gelar, pun kemudian S2 juga dua gelar, hanya saja S3 kebetulan baru satu beliau selesaikan.

“Almarhum Ivon mengamalkan betul ajaran Islam, bahwa menuntut ilmu dari ayunan hingga liang lahat, tanpa harus memandang usia,”urai rektor dengan suara berat.

Rektor berharap, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan putri-putri almarhum diberi kemampuan seperti ayahnya sebagai generasi yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. ENG

Balas

Email tidak akan dipublikasikan