Perekat Rakyat Sulteng.

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Drive Unlimited Way

Cagub Gerindra Ditentukan Longki Djanggola  

0 100

SULTENG RAYA – Kabar simpang siur nama yang akan diusung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Tengah sebagai Calon Gubernur (Cagub) yang akan bertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng 2020 mulai menemui titik terang.

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyerahkan keputusan nama-nama yang akan diusung untuk bertarung pada Pilgub Sulteng kepada Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola.

“Saya serahkan keputusannya ke Pak Longki saja. Kami tinggal menyetujui dan melaksanakan keputusan di DPD Gerindra Sulteng,” katanya saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Partai Gerindra di Sekretariat DPD Partai Gerindra Sulteng, Senin (10/2/2020).

Ahmad Muzani, megatakan, dasar DPP Gerindra menyerahkan keputusan itu kepada Longki Djanggola, mengingat prestasi diraih mampu mengantarkan partai besutan Prabowo Subianto menjadi salah satu partai pemenang di Sulteng. Apalagi, kata Ahmad Muzani, kepemimpinan Longki Djanggola sebagai Gubernur Sulteng dua periode merupakan salah satu prestasi dimiliki Partai Gerindra di Sulteng.

“Pak Longki adalah gubernur pertama yang dimiliki Partai Gerindra,” jelasnya.

Sampai saat ini, DPP Partai Gerinda belum menerima nama-nama yang akan diusung pada Pilgub Sulteng. Terkait komitmen mengusung Cagub dari kader Partai Gerindra, semua tergantung usulan DPD Partai Gerindra Sulteng.

Sementara itu dalam arahnnya, Ketua DPD Partai Gerindra, Longki Djanggola, mengajak kepada seluruh kader partai untuk mensukseskan Pilkada serentak di Sulteng dan memenangkan kandidat yang diusungnya.

“Kader memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk memenangkan dan membesarkan partai,” ujarnya.

Apalagi, kepercayaan rakyat terhadap kader Partai Gerindra untuk menduduki kursi DPRD di tingkat kabupaten hingga provinsi, harus dipertahankan dengan banyak memberikan kontribusi kepada rakyat. Jangan sampai, kata Longki, rakyat kekurangan kepercayaan karena tidak mampu memberikan kontribusi positif.

“Jangan karena kurang berhadapan dengan rakyat, membuat Partai Gerindra tidak lagi dipercaya,” tegasnya. RAF

Balas

Email tidak akan dipublikasikan