Perekat Rakyat Sulteng.

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Bupati Morowali Keluarkan Tujuh Instruksi Soal Corona

0 79

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali memberlakukan penutupan terbatas jalur keluar dan masuk Morowali, baik jalur darat, laut maupun udara.

Penutupan itu, mulai berlaku sejak tanggal 25 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini didasarkan atas instruksi Bupati Morowali Nomor: 188.5/0363/DISHUB/III/2020 tentang pembatasan pergerakan arus barang dan penumpang di wilayah Kabupaten Morowali.

Instruksi tersebut disampaikan kepada tim pengawasan pos perbatasan Morowali batas Morowali Utara (Morut), tim pengawasan pos perbatasan Morowali batas Sulawesi Tenggara (Sultra), tim pengawasan pos pelabuhan penumpang lokal Ulunambo, tim pengawasan pos pelabuhan penumpang lokal Kaleroang, tim pengawasan pada UPBU Bandara Morowali dan tim pengawas pada Pelabuhan Bungku.

Dalam instruksi Bupati Morowali, Drs Taslim tertanggal 24 Maret 2020 menyebutkan, dasar instruksi diantaranya adalah keputusan Presiden RI Nomor 7 tahun 2020, Keputusan BNPB Nomor 13.A tahun 2020, Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor 443/141/DINKES tanggal 15 Maret 2020, Keputusan Bupati Morowali Nomor 188.4.45/KEP.0099 / DINKES/2020, Surat Edaran Bupati Morowali nomor : 188.5.0329 / DKPPKBD/III/2020 dan arahan Gubernur Sulteng serta Surat Gubernur Sulteng Nomor : 550/161/DISHUB tanggal 24 Maret 2020. 

Ada tujuh poin penting yang diinstruksikan Bupati Morowali, pertama, melarang masuk dan keluar bagi Warga Negara Asing (WNA), Tenaga Kerja Asing (TKA), dan Pekerja Migran, baik melalui jalur Transportasi Darat, Laut dan Udara di Wilayah Kabupaten Morowali. 

Kedua, akses masuk dan keluar wilayah Kabupaten Morowali melalui jalur transportasi darat dilakukan penutupan terbatas yang bersifat sementara dengan memasang portal pada pos pengawasan perbatasan Morowali – Sulawesi Tenggara di Desa Buleleng dan Pos Pengawasan perbatasan Morowali – Morowali Utara di Desa Solonsa yang diatur buka dari pukul 06.00 sampai 22.00 wita dan tutup dari pukul 22.00 sampai dengan 06.00 wita setiap harinya. Pembatasan ini dikecualikan Ambulance yang membawa pasien rujukan atau keadaan darurat lainnya. 

Ketiga, akses masuk dan keluar wilayah Kabupaten Marowali melalui jalur transportasi laut untuk wilayah Kecamatan Menui Kepulauan dan Bungku Selatan dilakukan penutupan terbatas yang bersifat sementara dan diatur dalam intruksi tersebut. 

Terhadap kapal angkutan penumpang dan barang rute Bungku – Kaleroang – Menui-Kendari tidak diizinkan untuk menerima penumpang dengan tujuan dan kedatangan dari daerah-daerah terdampak atau telah ditetapkan sebagai daerah zona merah. Pengecualian yang diizinkan hanya untuk kepentingan khusus terhadap pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat wilayah kepulauan.

Keempat, pembatasan akses masuk dan keluar wilayah Kabupaten Morowali berlaku sejak tanggal 25 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan. Dan kelima, terhadap kondisi tertentu yang bersifat teknis dilapangan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Daerah Kabupaten Morowali.

Keenam, kebijakan ini diambil sebagai upaya memutus atau mengurangi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Morowali. Dan ketujuh, pelaksanaan tugas tersebut dilaporkan kepada Bupati Morowali melalui Dinas Perhubungan Daerah Kabupaten Morowali 1 X 24 jam. BMG

Balas

Email tidak akan dipublikasikan