Perekat Rakyat Sulteng.

Masyarakat Diimbau Waspada Anomali Cuaca Ekstrim

46

SULTENG RAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metereologi Kelas II Mutiara SIS Aljufri Palu, mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah agar mewaspadai anomali cuaca ekstrim pada awal 2020.

Anomali cuaca diperkirakan terjadi hingga akhir Februari 2020 mendatang, baik dari segi intensitas curah hujan sedang hingga tinggi yang mengakibatkan terjadinya gelombang dengan angin kencang.

“Tentang fenomena cuaca ini, terjadi anomali di awal tahun. Cuaca ekstrim ini akibat badai tropis, karena badainya cukup jauh jadi kita tidak ekspos,” kata Kepala Stasiun Metereologi Palu, Nur Alim, Senin (13/1/2020).

Berdasarkan pantauan BMKG, hampir sebagian besar wilayah di Sulteng berpotensi mengalami cuaca ekstrim, seperti Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Toli-toli, Morowali, Banggai dan sebagaian Kabupaten Buol.

Ia berharap, masyarakat bermukim di area pesisir dan berprofesi nelayan agar selalu waspada terhadap fenomena tersebut. Sebab, fenomoea itu dapat menimbulkan banyak kerugian jika diabaikan.

“Kami selalu update setiap hari mengenai informasi cuaca ini, supaya menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam menjalankan aktivitas terutama nelayan. Kasihan kalau mereka sudah belanja BBM, kemudian cuaca buruk,” imbuhnya.

Selain masyarakat pesisir, Nur juga mengingatkan masyarakat yang selalu beraktivitas di sekitar wilayah lereng. Sebab jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, tidak menutup kemungkinan dapat memicu longsor.

“Untuk masyarakat yang sering beraktivitas di wilayah lereng agar berhati-hati juga. Sebab dampak anomali cuaca ini tidak hanya dirasakan para nelayan. Bahkan kita juga yang berada di area perkotaan harus tetap waspada,”pungkasnya

Jika kondisi cuaca pada umumnya, musim penghujan seperti saat ini baru terjadi pada Maret dan April, khususnya di Kota Palu.CR5

Leave A Reply

Your email address will not be published.