Perekat Rakyat Sulteng.

Satpol PP Beri Waktu Hingga Akhir Tahun

PKL BERJUALAN DI TROTOAR DAN JALAN UTAMA

45

SULTENG RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, sejak akhir September 2019 hingga akhir Desember 2019 mendatang, melakukan tindakan non-yustisial bagi Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di sejumlah titik di Kota Palu.

Kepala Satpol PP Kota Palu, Trisno Yunianto, menerangan, tindakan non-yustisial adalah tindakan penertiban dalam menjaga ketentraman, serta menertibkan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan peraturan, hal ini tercatum dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu, Nomor 3 Tahun 2012 yang telah diubah menjadi Perda Kota Palu Nomor 3 Tahun 2019.

“Nah, umumnya tahap non-yustisial akan  dilakukan dengan cara memberi surat teguran kepada para PKL,” katanya.

Kali ini, kata Trisno, Satpol PP Kota Palu fokus penertiban PKL di jalan-jalan utama, seperti Jalan Moh Yamin, Jalan S Parman, Jalan Setia Budi serta Jalan Thamrin

“Penertiban PKL, kami lakukan dibeberapa titik di Kota Palu, seperti Jalan Moh Yamin, Jalan S Parman, Jalan Setia Budi serta Jalan Thamrin,” jelasa Trisno Yunianto, kepada Sulteng Raya, Rabu (4/12/2019).

Menurutya, tahapan tindakan non-yustisial dilakukan hanya hingga akhir tahun2019 sebelum dilaksanakan tindakan penertiban secara paksa. Selama itu, PKL yang belum pindah, bakal disurati sebanyak tiga kali. Tindakan itu berlaku bagi PKL yang masih saja berdagang di pinggir jalan atau trotoar jalan.

“Tahapan non-yustisial  ini, bertujuan memberi kesempatan untuk PKL mencari tempat berjualan layak serta memberikan waktu para PKL  membongkar atau memindahkan tempat jualan beserta dagangannya,” ucapnya.

Diakuinya, kendala dihadapi pihaknya dalam proses menertibkan PKL, seperti adanya keluhan belum mendapat imbauan atau pemberitahuan terkait penertiban PKL terlebih dahulu. Selain itu, masih ada PKL tidak ingin pindah dengan dalih tidak ada tempat lain untuk berjualan.

“Padahal, pihak Satpol PP sudah lakukan imbaun-imbauan di tiap kelurahan di Kota Palu terkait adanya penertiban PKL. Nah, kalau berkaitan dengan penyediaan tempat jualan,  itu bukanlah wewenang dan tugas kami, selaku Satpol PP. Namun, sebisa mungkin kami akan membantu memberikan informasi bagaimana tempat yang layak untuk digunakan untuk berjualan,”tegasnya

Ia menegaskan, tindakan Satpol PP Kota Palu semata-mata menjalankan tugas demi menjaga ketertiban Kota Palu, keamanan dan kenyamanan masyarakat berlalu lintas.

“Jika PKL tidak ditertibkan, akibatnya jalan utama akan macet karena banyak pengendara yang memarkir kendaraanya dijalanan. Bahkan, dapat mengakibatan bahaya lalu lintas,”ujarnya kepada Sulteng Raya.CR3

Leave A Reply

Your email address will not be published.