Perekat Rakyat Sulteng.

Penataan Ruang Perlu Didorong Jadi Instrumen Dasar

17

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu, Mohammad Rizal mengatakan, penataan ruang  seharusnya menjadi dasar dalam instrumen penyusunan rencana program pembangunan daerah, baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat dan dunia usaha.

Kenyatannya, sebagian besar daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota, penataan ruang belum  mendapat proporsi perhatian utama sebagai instrumen dasar penyusunan rencana program pembangunan daerah.

“Hal ini tercermin dengan semakin luasnya lahan yang beralih fungsi, seperti lahan pertanian beririgasi teknis berubah menjadi pemukiman atau industri, pengundulan hutan yang berakibat banjir an lain sebagainya,” kata Mohammad Rizal saat menjadi narasumber dalam kegiatan Apel Danramil dan Babinsa Tahun Anggaran 2019 di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa (3/12/2019).

Selain itu, kata dia, permasalahan penataan ruang lainnya, yankni konflik pemanfaatan ruang. Baik antara masyarakat dengan pemerintah, antarinstansi pemerintah, maupun antarkewenangan tingkatan pemerintahan, semakin hari semakin marak.

“Kondisi ini sebenarnya tanpa kita sadari dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan,” ucapnya.

Bahkan, dalam penyusunan rencana tata ruang, telah terjadi dikotomi kebutuhan antara menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sumber daya alam (SDA) yang dimiliki tanpa atau kurang memperhatikan dampak lingkungan dan penyelamatan ruang.

“Yang terakhir, belum optimalnya kelembagaan penataan ruang di daerah serta mekanisme pengawasan pemanfaatan ruang,” jelasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan Kodim 1306/Donggala tersebut mengusung tema ‘Danramil dan Babinsa Profesional Kebanggaan Rakyat’. HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.