Perekat Rakyat Sulteng.

Dosen Sastra Unisa Palu, Lagi Hasilkan Buku

51

SULTENG RAYA-Salah seorang dosen senior Universitas Alkhairat (Unisa) Palu, Mas’amah Amin Syam, kembali menghasilkan buku Puisi, kali ini mengangkat kisah perjalannya di tujuh kota di Pulau Jawa, dengan mengambil Judul Hijrah Anak Negeri.

Buku ini selain berisi 53 judul puisi juga dilengkapi dengan gambar sehingga tidak membosankan pembaca.  Buku tersebut adalah buku ke-25 bagi dosen Fakultas Sastra Unisa Palu ini.

Ma’amah sengaja mengumpulkan dan membukukan puisi-puisi sepanjang perjalanannya di tujuh kota di Pulau Jawa, ditambah cerita waktu melaksanakan perjalanan ibadah di Mekkah dan Madina, dengan harapan itu bisa memberikan spirit dan motivasi mahasiswa, guru dan dosen untuk menulis dan menghasilkan buku.

“Tujuannya adalah untuk menginspirasilah bagi mahasiswa, guru dan dosen, biar juga bisa menulis,”kata Mas’amah. Selasa (3/12/2019).

Sebagai bentuk keseriusan dalam memotivasi mahasiswa, guru dan dosen menulis, Wakil Dekan III Fakultas Sastra Unisa Palu ini setiap saat siap dihubungi untuk konsultasi cara menulis dan menghasilkan buku.

Memang katanya, menulis bisa dikatakan gampang-gampang susah. Gampang bagi mereka yang sudah terbiasa, hanya dalam hitungan tidak lebih dari 15 menit sudah bisa menuangkan apa yang terpikirkan tertuang dalam beberapa halaman. Dan dikatakan susah, karena banyak yang mengaku merasa kesulitan saat mengungkapkan apa yang terpikirkan.

Menulis katanya memang membutuhkan latihan dan tidak hanya satu dua hari, namun dengan latihan terus menerus dengan prinsip tidak takut salah, dipastikan akan bisa sebagaimana penulis-penulis besar lainnya. “Semua orang pasti melalui proses, yang terpenting mau belajar dan jangan takut dibilang salah dan jelek tulisannya, karena semua butuh proses,”jelasnya.

Pensiunan ASN ini juga mengatakan, bahwa menulis erat sekali kaitannya dengan kerja otak. Sebagaimana tubuh membutuhkan olahraga, dan hati butuh ibadah, otak juga butuh olahraga. Dan olahraga otak dengan melatihnya terus berfikir positif.

Diantaranya dengan membiasakan menulis, mengungkapkan apa yang terpikirkan lewat tulisan, dengan kebiasan inilah otak terus bekerja, terlebih jika menulis sebuah tulisan ilmiah, otak akan lebih bekerja lagi dalam mengumpulkan beragam referensi untuk menjadi sebuah tulisan.

“Maka otak tidak akan pikun nantinya, tidak menjadi pelupa di saat tua, karena ibarat pedang, semakin sering diasah dan digunakan, ia semakin baik dan tajam, begitu pula dengan otak kita,”ungkapnya. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.